Iran Ancam Amerika dan Sekutunya Jika Lakukan Kesalahan

Senin, 21 September 2026 | 21:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto yang diabadikan menggunakan telepon seluler ini memperlihatkan kapal-kapal dagang yang terjebak di perairan Selat Hormuz, dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xin)

Foto yang diabadikan menggunakan telepon seluler ini memperlihatkan kapal-kapal dagang yang terjebak di perairan Selat Hormuz, dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xin)

TEHERAN-Komando militer utama Iran, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, pada Minggu (20/9) memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat (AS) dan negara-negara tertentu di Timur Tengah melakukan kesalahan apa pun, mereka akan menjadi target serangan yang “menyakitkan.”

Markas besar itu mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media Iran bahwa pihaknya memiliki informasi intelijen yang menunjukkan bahwa Washington telah memutuskan dalam sebuah pertemuan baru-baru ini di Eropa untuk kembali melancarkan tindakan terhadap Teheran dengan dukungan dari negara-negara tertentu di kawasan tersebut.

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya memperingatkan bahwa jika AS melakukan kesalahan apa pun terhadap Iran, seluruh pangkalan dan kepentingan AS di kawasan tersebut akan menjadi sasaran “serangan yang berkelanjutan, efektif, dan menyakitkan tanpa batasan atau syarat apa pun.”

Markas besar itu juga memperingatkan bahwa jika negara-negara regional terus menerapkan apa yang disebutnya sebagai kebijakan berstandar ganda terhadap Iran dan bersekutu dengan “agresi” AS, mereka “tidak dapat lagi mengharapkan pengendalian atau sikap menahan diri dari angkatan bersenjata Iran yang kuat.”

Baca Juga:  Pameran Simfoni Peradaban Makau di Jalur Sutra Maritim

Peringatan itu muncul setelah dilaporkan adanya pertemuan di Jerman antara para komandan militer tertinggi dari AS, Israel, dan beberapa negara Arab, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, Yordania, dan Mesir, untuk membahas perang dengan Iran dan ketegangan regional.

Mengutip dua pejabat Israel, outlet berita AS Axios melaporkan pada Selasa (15/9) bahwa Kepala Komando Pusat (CENTCOM) AS Brad Cooper, yang memimpin pertemuan tersebut, meyakinkan kelompok itu bahwa “militer AS tidak akan menarik diri dari kawasan tersebut meski terjadi serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan AS.” Cooper juga memberi penjelasan kepada mereka mengenai rencana-rencana untuk meningkatkan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Pada Minggu yang sama, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf mengatakan tidak akan ada peluang untuk kembali ke tahap negosiasi sebelumnya mengenai penghentian perang di kawasan itu atau pembukaan kembali Selat Hormuz, kecuali jika Washington memenuhi persyaratan Teheran, mengakui hak-hak “sah” bangsa Iran, dan memenuhi kewajibannya.

Baca Juga:  Menjelajahi Indonesia melalui Bahasa Mandarin

Qalibaf mengatakan bahwa persyaratan Teheran telah disampaikan kepada Washington melalui para mediator.

Pada 18 Juni, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai penghentian perang di kawasan tersebut di semua front, termasuk Lebanon. Berdasarkan MoU itu, kedua pihak dijadwalkan mengadakan negosiasi dalam waktu 60 hari, dengan tenggat waktu pada 17 Agustus, untuk mencapai kesepakatan final, namun nasib perundingan tersebut masih belum jelas di tengah eskalasi yang terjadi belakangan ini.

Menyusul serangan AS-Israel, Teheran membatasi pelayaran melalui Selat Hormuz, sementara pasukan AS memberlakukan blokade laut terhadap kapal-kapal yang berlayar menuju atau dari pelabuhan-pelabuhan Iran.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Guru Ngaji Lampung Siap Sosialisasi Film Ageman 
Teguh Santosa: Dukungan Indonesia pada Palestina Makin Kuat
Diduga Halangi Tugas Jurnalistik, PT GMS Dilaporkan
Qatar Sebut AS Inginkan Perundingan dengan Iran
Tiongkok-Indonesia Komit Perdalam Pertukaran dan Kerja Sama
Mahfud MD : Nusron Wahid Seharusnya Mundur
DPD Dan ICMI Bahas Regulasi A1 dan Penataan Demokrasi
Lampung Jaga Daya Beli, Harga Cabai Meninggi

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:56 WIB

Guru Ngaji Lampung Siap Sosialisasi Film Ageman 

Senin, 21 September 2026 - 21:52 WIB

Teguh Santosa: Dukungan Indonesia pada Palestina Makin Kuat

Senin, 21 September 2026 - 21:32 WIB

Diduga Halangi Tugas Jurnalistik, PT GMS Dilaporkan

Senin, 21 September 2026 - 21:25 WIB

Qatar Sebut AS Inginkan Perundingan dengan Iran

Senin, 21 September 2026 - 21:21 WIB

Iran Ancam Amerika dan Sekutunya Jika Lakukan Kesalahan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Guru Ngaji Lampung Siap Sosialisasi Film Ageman 

Senin, 21 Sep 2026 - 21:56 WIB

#indonesiaswasembada

Teguh Santosa: Dukungan Indonesia pada Palestina Makin Kuat

Senin, 21 Sep 2026 - 21:52 WIB

Jurnalis Simpulindonesia.com melaporkan penanggung jawab PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS), Muhamad Aris alias Pongki, ke Polda Sultra.

#indonesiaswasembada

Diduga Halangi Tugas Jurnalistik, PT GMS Dilaporkan

Senin, 21 Sep 2026 - 21:32 WIB

WARGA Iran sumpah setia dengan pemimpinn barunya, Mojtaba Khamenei, di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran. [Xin]

#indonesiaswasembada

Qatar Sebut AS Inginkan Perundingan dengan Iran

Senin, 21 Sep 2026 - 21:25 WIB

Foto yang diabadikan menggunakan telepon seluler ini memperlihatkan kapal-kapal dagang yang terjebak di perairan Selat Hormuz, dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (Xin)

#indonesiaswasembada

Iran Ancam Amerika dan Sekutunya Jika Lakukan Kesalahan

Senin, 21 Sep 2026 - 21:21 WIB