PALEMBANG-H. Hernoe Roesprijadji, S.IP., MH., M.Si resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam NU Sumsel) di Griya Agung, Palembang, Jumat malam (30/1).
Prosesi pelantikan dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, SH., MM, yang juga menjabat sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Selain itu, jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel, tokoh agama, serta akademisi.
Pelantikan pengurus Lakpesdam NU Sumsel dilakukan oleh Rois Syuriah PWNU Sumsel KH Syarifuddin Ya’qub.
Ketua Lakpesdam NU Sumsel yang baru dilantik, H. Hernoe Roesprijadji, S.IP., MH., M.Si menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Selatan atas dukungan dan fasilitas yang telah diberikan sehingga pelantikan dapat berjalan lancar dan sukses.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumsel yang telah memberikan fasilitas dan dukungan penuh untuk menyukseskan pelantikan ini. Amanah ini sangat besar, dan kami berkomitmen menjadikan Lakpesdam NU Sumsel sebagai lembaga kajian yang produktif dan berdampak,” kata Hernoe.
Ia menjelaskan bahwa Lakpesdam NU Sumsel memiliki mandat penting dalam mengkaji berbagai persoalan strategis, baik terkait kebijakan internal NU maupun isu-isu publik seperti pendidikan, ekonomi, sosial, dan pembangunan daerah. Hernoe menekankan bahwa lembaganya akan berperan sebagai pusat riset dan think tank yang memberikan rekomendasi berbasis data dan analisis ilmiah.
“Lakpesdam bertugas mengkaji arah organisasi, merumuskan rekomendasi kebijakan, serta mengembangkan sumber daya manusia NU agar lebih adaptif terhadap tantangan zaman. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah NU memiliki dasar kajian yang kuat,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, Lakpesdam NU Sumsel akan menggelar sebuah seminar besar terkait Pelabuhan Internasional Tanjung Carat. Kegiatan ini akan dilaksanakan bekerja sama dengan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Provinsi Sumatera Selatan, sebagai bagian dari kontribusi Lakpesdam dalam mengkaji proyek-proyek strategis daerah.
“Insyaallah, dalam waktu dekat kami akan mengadakan seminar tentang Pelabuhan Internasional Tanjung Carat. Ini merupakan proyek strategis yang memiliki dampak besar bagi perekonomian dan konektivitas Sumatera Selatan, sehingga perlu dikaji secara komprehensif,” ungkap Hernoe.
Sementara itu, Ketua PWNU Sumsel KH M. Hendra Zainuddin Al Qodiri menyatakan dukungan penuh terhadap program Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang dinilai sejalan dengan visi keumatan dan pembangunan daerah.
“Kami mendukung program Gubernur Sumsel yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. NU siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan,” ujar KH Hendra.
Ia juga menegaskan bahwa Lakpesdam NU Sumsel merupakan salah satu lembaga dengan tanggung jawab paling berat di lingkungan NU, karena harus mengkaji setiap langkah organisasi, termasuk arah kebijakan dan kepengurusan.
“Lakpesdam ini lembaga yang paling berat karena harus mengkaji langkah organisasi maupun kepengurusan. Setiap kebijakan besar NU harus didukung oleh kajian yang matang dan terukur,” katanya.
KH Hendra mengajak seluruh pengurus NU di Sumatera Selatan untuk aktif menyusun kajian-kajian akademik yang dapat menjadi referensi bagi organisasi dan masyarakat luas.
“Kami mengajak seluruh pengurus NU untuk membuat kajian akademik yang bisa menjadi referensi bagi organisasi. Dalam setiap langkah harus ada kajian, baik yang bersifat tertutup maupun terbuka untuk publik,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru turut menekankan pentingnya peran Lakpesdam NU Sumsel sebagai lembaga yang mampu menjawab tantangan zaman, khususnya di bidang pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.
“Lakpesdam merupakan lembaga yang paling berat karena harus mengkaji langkah organisasi maupun kepengurusan. Oleh karena itu, dibutuhkan kajian akademik yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam bidang pendidikan,” ujar Herman Deru.
Ia mengajak seluruh pengurus NU untuk bersinergi dalam menyusun kajian ilmiah yang dapat menjadi referensi kebijakan, baik untuk kepentingan internal organisasi maupun kepentingan publik.
“Bagaimana kita menghadapi pendidikan secara umum, bagaimana cara mengintegrasikan seluruh lembaga untuk mengkaji pendidikan yang inklusif, ini semua membutuhkan peran aktif Lakpesdam,” lanjutnya.
Menurut Herman Deru, Lakpesdam NU Sumsel harus mampu menghasilkan produk kajian yang konkret dan terukur setiap tahunnya.
“Lakpesdam harus menghasilkan produk dalam mencapai target setiap tahunnya. Tidak hanya konsep, tetapi juga rekomendasi yang aplikatif dan dapat diimplementasikan,” katanya.
Selain prosesi pelantikan, acara tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan tanah wakaf dari Hj. Marima Efendi Akab kepada PWNU Sumsel. Tanah wakaf tersebut direncanakan akan digunakan untuk pembangunan Klinik NU Sumsel, sebagai bentuk penguatan layanan sosial dan kesehatan bagi masyarakat.
Penyerahan wakaf ini disambut positif oleh jajaran PWNU Sumsel yang menilai pembangunan Klinik NU Sumsel sebagai langkah nyata NU dalam meningkatkan kesejahteraan umat.
Penulis : Desty
Editor : Romy Agus
Sumber Berita : Sumsel
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.















