Gubernur Lampung Paparkan Kesiapan Lampung Jadi Tuan Rumah PON XXIII 2032

Kamis, 21 Mei 2026 | 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

//Enam Kabupaten/Kota di Bumi Ruwa Jurai Disiapkan, PON Jadi Pengungkit Pembangunan Daerah

JAKARTA — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan kesiapan Provinsi Lampung untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Tahun 2032 bersama Provinsi Banten melalui konsep PON LABA (Lampung–Banten). Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI Tahun 2026 yang digelar di Pullman Jakarta Central Park, Kamis, 21 Mei 2026.

Gubernur Mirza menyampaikan bahwa PON XXIII 2032 akan menjadi momen bersejarah bagi Lampung, karena untuk pertama kalinya Provinsi Lampung dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga nasional terbesar di Indonesia.

“PON ini akan menjadi sejarah karena Lampung belum pernah menjadi tuan rumah PON. Banyak semangat baru yang lahir; semangat kolaborasi, semangat membangun olahraga, membentuk karakter masyarakat dan anak-anak muda Lampung, serta semangat pemerataan pembangunan infrastruktur menuju 2032,” ujar Mirza.

Ia menambahkan, penyelenggaraan PON LABA 2032 diharapkan menjadi momentum strategis untuk mempercepat pembangunan daerah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat di Provinsi Lampung.

Rakernas dan Musornaslub KONI 2026 dihadiri pengurus KONI dari 38 provinsi se-Indonesia. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, menyampaikan bahwa penetapan tuan rumah PON dilakukan enam tahun sebelum pelaksanaan dan mempertimbangkan kesiapan daerah secara menyeluruh.

*Lampung dan Spirit Sejarah PON LABA*

Dalam paparannya, Gubernur Mirza memulai dengan penayangan video profil Provinsi Lampung. Ia menjelaskan bahwa Lampung merupakan wilayah strategis di Pulau Sumatera yang menjadi simpul pertemuan budaya dan ekonomi.

Dengan julukan Sai Bumi Ruwa Jurai, Lampung dikenal kaya budaya dan tradisi serta menjunjung nilai Piil Pesenggiri, Nemui Nyimah, dan Nengah Nyappur sebagai filosofi hidup masyarakat Lampung dalam menyambut tamu dari seluruh Indonesia.

Baca Juga:  Wagub Jihan Nurlela Pimpin Rapat Optimalisasi Penyelenggaraan Program JKN

Mirza juga menegaskan bahwa hubungan Lampung dan Banten telah terjalin sejak lama, bahkan sejak masa perjuangan melawan penjajahan. Kedekatan historis dan geografis tersebut menjadi kekuatan utama dalam konsep PON LABA (Lampung–Banten).

Menurutnya, PON tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang konsolidasi nasional yang memperkuat persatuan, kebanggaan daerah, serta semangat gotong royong antarwilayah.

*Akses, Infrastruktur, dan Kesiapan Sumber Daya Pendukung*

Dari sisi kewilayahan, Provinsi Lampung memiliki 15 kabupaten/kota, dengan jumlah penduduk sekitar 9,5 juta jiwa, mencakup 229 kecamatan dan sekitar 172 pulau. Secara geografis, Lampung berada di gerbang Pulau Sumatera dan berhadapan langsung dengan Pulau Jawa.

Konektivitas Lampung didukung oleh Jalan Tol Trans Sumatera, akses transportasi laut melalui Pelabuhan Merak–Bakauheni yang beroperasi 24 jam, serta akses udara dengan waktu tempuh sekitar 30 menit penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta.

Dari sisi akomodasi, Lampung memiliki sekitar 353 hotel, termasuk hotel berbintang, yang siap mendukung kebutuhan atlet, ofisial, dan tamu PON. Sementara dari sektor kesehatan, tersedia 229 unit rumah sakit, 1.501 dokter, hampir 8.000 perawat, serta sekitar 2.000 tenaga keolahragaan.

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menyampaikan bahwa hasil peninjauan lapangan menunjukkan tingkat kesiapan Provinsi Lampung saat ini mencapai sekitar 76 persen dan masih memiliki waktu enam tahun untuk penyempurnaan.

“Lampung memiliki potensi besar, terutama untuk olahraga pantai dan olahraga air. Beberapa venue hanya membutuhkan renovasi ringan, dan Lampung memiliki lahan luas untuk pengembangan fasilitas olahraga ke depan,” ujar Marciano.

Ia juga menilai kesiapan Lampung tidak hanya dari sisi venue, tetapi juga dari kemampuan daerah dalam mengintegrasikan olahraga dengan pembangunan wilayah dan pelayanan publik.

*Pembagian Wilayah Pertandingan dan Dampak Ekonomi Daerah*

Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan enam kabupaten/kota sebagai lokasi penyelenggaraan cabang olahraga PON XXIII 2032. Yaitu Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Pesawaran, dan Kabupaten Pesisir Barat.

Baca Juga:  Mirza dan Eva Bahas Penanganan Banjir Terintegrasi bersama Seluruh Instansi Terkait

Bandar Lampung disiapkan sebagai pusat fasilitas utama. Lampung Selatan direncanakan untuk cabang aerosport, panahan, bola tangan, kriket, dan bisbol. Kabupaten Pesawaran disiapkan untuk cabang catur, Kabupaten Pringsewu untuk cabang dayung atau ski air, sementara Kabupaten Pesisir Barat difokuskan sebagai lokasi cabang olahraga selancar dengan dukungan ombak kelas dunia.

Selain kesiapan olahraga, Pemerintah Provinsi Lampung juga mempromosikan potensi pariwisata unggulan di wilayah penyelenggara. Seperti Pantai Tanjung Setia, Pulau Pahawang, Taman Nasional Way Kambas, kebun raya, air terjun, hingga kawasan wisata keluarga.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa penyelenggaraan PON akan memberikan multiplier effect bagi daerah, mulai dari peningkatan kunjungan wisata, perputaran ekonomi lokal, penguatan UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja di sektor jasa, transportasi, perhotelan, dan ekonomi kreatif.

“PON ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkuat pariwisata, mendorong UMKM naik kelas, sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat jauh setelah PON selesai,” ujar Mirza.

Dalam forum tersebut, Gubernur Mirza hadir bersama Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar dan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan sebagai bentuk keseriusan dan komitmen daerah.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyatakan kesiapan penuh Provinsi Banten untuk mendukung penyelenggaraan PON bersama Lampung.

Menanggapi hal tersebut, Marciano Norman menegaskan bahwa paparan kesiapan Lampung dan Banten menjadi pertimbangan penting bagi seluruh KONI provinsi.

“Apa yang kami lihat hari ini menunjukkan keseriusan dan komitmen yang kuat. Ini akan menambah keyakinan peserta Musornaslub untuk menyetujui Lampung dan Banten sebagai tuan rumah PON XXIII Tahun 2032,” pungkasnya. (*)


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : Pemprov Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Polres Mesuji Optimalkan “Patroli Janji Jaga”: Hadir Terukur, Dipantau Teknologi dan Sinergi Dengan Masyarakat
Judulnya; Mirza Minta PMII Lakukan Pemberdayaan Ekonomi Desa
Jihan Minta KOHATI Lakukan Penguatan Kepemimpian Perempun Muda
Jumlah Penerima PKH Lampung 391.826 Keluarga
Penanggulangan TBC Jadi Prioritas, Wagub Jihan Minta RAD TBC Segera Dituntaskan
Pemkab Lampung Utara Matangkan Persiapan HUT ke-80, Intji Indriani: Dongkrak Perekonomian Lewat UMKM
SISWA KELAS 6 SD HAFAL QUR’AN 24 JUZ
Tol Bakter Gelar Sosialisasi Pengelolaan Limbah di Rest Area

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 06:03 WIB

Polres Mesuji Optimalkan “Patroli Janji Jaga”: Hadir Terukur, Dipantau Teknologi dan Sinergi Dengan Masyarakat

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:14 WIB

Judulnya; Mirza Minta PMII Lakukan Pemberdayaan Ekonomi Desa

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:13 WIB

Jihan Minta KOHATI Lakukan Penguatan Kepemimpian Perempun Muda

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:39 WIB

Jumlah Penerima PKH Lampung 391.826 Keluarga

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:54 WIB

Penanggulangan TBC Jadi Prioritas, Wagub Jihan Minta RAD TBC Segera Dituntaskan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Judulnya; Mirza Minta PMII Lakukan Pemberdayaan Ekonomi Desa

Jumat, 5 Jun 2026 - 15:14 WIB

#indonesiaswasembada

Jihan Minta KOHATI Lakukan Penguatan Kepemimpian Perempun Muda

Jumat, 5 Jun 2026 - 15:13 WIB

#indonesiaswasembada

Jumlah Penerima PKH Lampung 391.826 Keluarga

Jumat, 5 Jun 2026 - 14:39 WIB