Era Digital Picu Tantangan Mental Baru, Dosen UIN RIL Bekali Mahasiswa BK Strategi Konseling Modern

Sabtu, 9 Mei 2026 | 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG  – Perkembangan teknologi digital dinilai memunculkan tantangan baru terhadap kesehatan mental masyarakat, terutama generasi muda. Kondisi tersebut menuntut calon konselor mampu beradaptasi dengan pendekatan konseling yang lebih relevan dan humanis.Isu itu mengemuka dalam kuliah umum mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) yang menghadirkan dosen Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Tika Febriyani, M.Pd, sebagai narasumber pada Sabtu, 9 Mei 2026.Di hadapan sekitar 700 mahasiswa dan dosen BK Unindra di Aula Kampus C Unindra, Tika membahas inovasi model konseling dan penguatan kesehatan mental di era digital.Ia menekankan pentingnya pendekatan konseling yang tidak hanya fokus pada penyelesaian masalah, tetapi juga membantu individu memahami dirinya secara utuh.Salah satu pendekatan yang disorot ialah Gestalt, metode konseling yang menekankan kesadaran diri dan pengalaman saat ini.Menurut Tika, pendekatan tersebut relevan digunakan di tengah meningkatnya tekanan psikologis akibat perubahan sosial dan perkembangan teknologi.“Banyak persoalan mental muncul karena individu tidak menyadari emosi dan pengalaman dirinya sendiri. Konseling Gestalt membantu seseorang lebih sadar terhadap apa yang sedang dirasakan,” katanya.Ia menjelaskan terdapat empat konsep utama dalam pendekatan Gestalt, yakni here and now, awareness, figure-ground, dan unfinished business yang berkaitan dengan persoalan emosional masa lalu yang belum terselesaikan.Kuliah umum bertema “Empowering Future Counselors: Inovasi Model Konseling dan Penguatan Kesehatan Mental di Era Digital” itu juga menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi lainnya.Ketua Program Studi BK Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Arga Satrio Prabowo, M.Pd, memaparkan pendekatan person centered, sedangkan psikolog Agung Wahyu Prasetyo, M.Psi., mengulas penyesuaian diri dan kesehatan mental.Adapun Dr. Rizky Fajar Meirawan, S.K.H., M.Vet, membahas pentingnya menjaga kesehatan mental di lingkungan keluarga, sekolah, dan dunia kerja.Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa BK didorong untuk lebih siap menghadapi dinamika persoalan psikologis masyarakat di era digital yang terus berkembang. [De]

BANDAR LAMPUNG – Perkembangan teknologi digital dinilai memunculkan tantangan baru terhadap kesehatan mental masyarakat, terutama generasi muda. Kondisi tersebut menuntut calon konselor mampu beradaptasi dengan pendekatan konseling yang lebih relevan dan humanis.Isu itu mengemuka dalam kuliah umum mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) yang menghadirkan dosen Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Tika Febriyani, M.Pd, sebagai narasumber pada Sabtu, 9 Mei 2026.Di hadapan sekitar 700 mahasiswa dan dosen BK Unindra di Aula Kampus C Unindra, Tika membahas inovasi model konseling dan penguatan kesehatan mental di era digital.Ia menekankan pentingnya pendekatan konseling yang tidak hanya fokus pada penyelesaian masalah, tetapi juga membantu individu memahami dirinya secara utuh.Salah satu pendekatan yang disorot ialah Gestalt, metode konseling yang menekankan kesadaran diri dan pengalaman saat ini.Menurut Tika, pendekatan tersebut relevan digunakan di tengah meningkatnya tekanan psikologis akibat perubahan sosial dan perkembangan teknologi.“Banyak persoalan mental muncul karena individu tidak menyadari emosi dan pengalaman dirinya sendiri. Konseling Gestalt membantu seseorang lebih sadar terhadap apa yang sedang dirasakan,” katanya.Ia menjelaskan terdapat empat konsep utama dalam pendekatan Gestalt, yakni here and now, awareness, figure-ground, dan unfinished business yang berkaitan dengan persoalan emosional masa lalu yang belum terselesaikan.Kuliah umum bertema “Empowering Future Counselors: Inovasi Model Konseling dan Penguatan Kesehatan Mental di Era Digital” itu juga menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi lainnya.Ketua Program Studi BK Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Arga Satrio Prabowo, M.Pd, memaparkan pendekatan person centered, sedangkan psikolog Agung Wahyu Prasetyo, M.Psi., mengulas penyesuaian diri dan kesehatan mental.Adapun Dr. Rizky Fajar Meirawan, S.K.H., M.Vet, membahas pentingnya menjaga kesehatan mental di lingkungan keluarga, sekolah, dan dunia kerja.Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa BK didorong untuk lebih siap menghadapi dinamika persoalan psikologis masyarakat di era digital yang terus berkembang. [De]

BANDAR LAMPUNG  – (UIN) Perkembangan teknologi digital dinilai memunculkan tantangan baru terhadap kesehatan mental masyarakat, terutama generasi muda. Kondisi tersebut menuntut calon konselor mampu beradaptasi dengan pendekatan konseling yang lebih relevan dan humanis.

Isu itu mengemuka dalam kuliah umum mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) yang menghadirkan dosen Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Tika Febriyani, M.Pd, sebagai narasumber pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Di hadapan sekitar 700 mahasiswa dan dosen BK Unindra di Aula Kampus C Unindra, Tika membahas inovasi model konseling dan penguatan kesehatan mental di era digital.

Ia menekankan pentingnya pendekatan konseling yang tidak hanya fokus pada penyelesaian masalah, tetapi juga membantu individu memahami dirinya secara utuh.

Baca Juga:  Sulah Sampah Plastik Jadi Produk Kreatif, Mahasiswa KKN UIN RIL Latih Ibu-Ibu PAUD Kenanga Sukarame II

Salah satu pendekatan yang disorot ialah Gestalt, metode konseling yang menekankan kesadaran diri dan pengalaman saat ini.

Menurut Tika, pendekatan tersebut relevan digunakan di tengah meningkatnya tekanan psikologis akibat perubahan sosial dan perkembangan teknologi.

“Banyak persoalan mental muncul karena individu tidak menyadari emosi dan pengalaman dirinya sendiri. Konseling Gestalt membantu seseorang lebih sadar terhadap apa yang sedang dirasakan,” katanya.

Ia menjelaskan terdapat empat konsep utama dalam pendekatan Gestalt, yakni here and now, awareness, figure-ground, dan unfinished business yang berkaitan dengan persoalan emosional masa lalu yang belum terselesaikan.

Kuliah umum bertema “Empowering Future Counselors: Inovasi Model Konseling dan Penguatan Kesehatan Mental di Era Digital” itu juga menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi lainnya.

Baca Juga:  Warung 'Roekoen', Warisan Tionghoa Berusia Lebih dari Seabad

Ketua Program Studi BK Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Arga Satrio Prabowo, M.Pd, memaparkan pendekatan person centered, sedangkan psikolog Agung Wahyu Prasetyo, M.Psi., mengulas penyesuaian diri dan kesehatan mental.

Adapun Dr. Rizky Fajar Meirawan, S.K.H., M.Vet, membahas pentingnya menjaga kesehatan mental di lingkungan keluarga, sekolah, dan dunia kerja.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa BK didorong untuk lebih siap menghadapi dinamika persoalan psikologis masyarakat di era digital yang terus berkembang. (*)


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : UIN RIL

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Seminar Pola Asuh Anak di Era Digital di Way Lunik
Galon Bekas untuk Akuaponik,Budidaya Lele dan Kangkung
KKN UIN Ajak Pelestarian Lingkungan Lewat Tanam Pohon Berbuah
Kebakaran, Sedikitnya 14 Bayi Tewas di Pakistan
SpaceX Rencananya Bangun Peluncuran Satelit Baru Senilai 100 Miliar Dolar AS
Anak-Anak Gaza Berenang, Temukan Kebahagiaan Akibat Perang
Pemuda Indonesia Rasakan Pesona Budaya Tiongkok di Ningxia
Klaim Trump Hormuz Bebas Ranjau, JMIC: Masih Ada
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:46 WIB

Seminar Pola Asuh Anak di Era Digital di Way Lunik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:33 WIB

Galon Bekas untuk Akuaponik,Budidaya Lele dan Kangkung

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:24 WIB

KKN UIN Ajak Pelestarian Lingkungan Lewat Tanam Pohon Berbuah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Kebakaran, Sedikitnya 14 Bayi Tewas di Pakistan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:07 WIB

SpaceX Rencananya Bangun Peluncuran Satelit Baru Senilai 100 Miliar Dolar AS

Berita Terbaru

Pola ASuh Anak di Era Digital UIN RIL [DE]

#indonesiaswasembada

Seminar Pola Asuh Anak di Era Digital di Way Lunik

Rabu, 26 Agu 2026 - 23:46 WIB

Akuaponik Galon Bekas untuk budidaya Lele dan Kangkung [DE]

#indonesiaswasembada

Galon Bekas untuk Akuaponik,Budidaya Lele dan Kangkung

Rabu, 26 Agu 2026 - 23:33 WIB

Perbaikan Lingkungan Dengan Cara Tanam Tanaman Berbuah [DE]

#indonesiaswasembada

KKN UIN Ajak Pelestarian Lingkungan Lewat Tanam Pohon Berbuah

Rabu, 26 Agu 2026 - 23:24 WIB

Ilustrasi kebakaran Pakistan [AI]

#indonesiaswasembada

Kebakaran, Sedikitnya 14 Bayi Tewas di Pakistan

Rabu, 26 Agu 2026 - 23:19 WIB