Didukung Laboratorium Undip, Tim Riset UIN RIL Kembangkan Biomonitoring Rehabilitasi Terumbu Karang

Senin, 25 Mei 2026 | 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) kembali meraih pendanaan riset nasional melalui program bergengsi MoRA The AIR Funds 2025.[De]

Tim peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) kembali meraih pendanaan riset nasional melalui program bergengsi MoRA The AIR Funds 2025.[De]

BANDAR LAMPUNG – Tim peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) kembali meraih pendanaan riset nasional melalui program bergengsi MoRA The AIR Funds 2025.

Salah satu proposal yang lolos didanai dipimpin Prof. Dr. Hj. Nirva Diana, M.Pd., dengan penelitian bertajuk Analisis Spatial dan Temporal Struktur Komunitas Polychaeta pada Area Rehabilitasi Terumbu Karang: Studi Multilokus di Kepulauan Indonesia.

Penelitian ini menjadi salah satu bentuk kontribusi UIN RIL dalam memperkuat kajian lingkungan, khususnya pada bidang biomonitoring ekosistem pesisir dan laut. Melalui penelitian ini, tim berupaya mengembangkan pendekatan evaluasi ekologis yang lebih mendalam untuk menilai keberhasilan rehabilitasi terumbu karang buatan di Indonesia.

Tim penelitian terdiri dari Prof. Dr. Hj. Nirva Diana, M.Pd. sebagai ketua tim, bersama Aulia Ulmillah, M.Sc. dan Hendri Noperi, M.Pd., M.Sc. Kolaborasi keilmuan tersebut menjadi modal penting dalam mengembangkan riset biomonitoring terumbu karang yang tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga diharapkan memberi kontribusi terhadap penguatan konservasi ekosistem pesisir dan laut Indonesia.

Baca Juga:  Irjen Pol Helfi Assegaf: Film Ageman Edukasi Sikapi Perbedaan

Dalam pelaksanaan riset tersebut, tim peneliti UIN RIL menggandeng Universitas Diponegoro (Undip) sebagai mitra kolaborasi strategis. Kerja sama ini dilakukan karena Undip memiliki fasilitas laboratorium kelautan dan lingkungan yang mendukung proses analisis sampel, penguatan data ekologis, serta pengembangan kajian biomonitoring ekosistem laut secara lebih komprehensif.

Penelitian tersebut berfokus pada analisis struktur komunitas Polychaeta sebagai bioindikator dalam menilai keberhasilan rehabilitasi terumbu karang buatan. Polychaeta dipilih karena memiliki sensitivitas ekologis tinggi terhadap perubahan lingkungan laut. Keberadaan, keanekaragaman, dan kelimpahan organisme ini dinilai mampu merefleksikan dinamika kualitas ekosistem secara spasial maupun temporal.

Adapun lokasi penelitian difokuskan di dua kawasan rehabilitasi terumbu karang, yakni Pulau Pahawang, Lampung, dan Karimun Jawa. Kedua wilayah dipilih karena memiliki karakteristik rehabilitasi terumbu karang yang berbeda, sehingga dinilai representatif untuk melihat pengaruh usia, kondisi, dan struktur terumbu buatan terhadap keanekaragaman serta kelimpahan komunitas Polychaeta.

“Penelitian ini memiliki kebaruan pada pengembangan model evaluasi ekologis berbasis bioindikator bentik. Dalam riset tersebut, Polychaeta digunakan sebagai parameter utama untuk menilai keberhasilan rehabilitasi terumbu karang secara temporal,” ujar Prof. Nirva.

Baca Juga:  Rektor UIN RIL Sambut Jakarta Understanding, Teguhkan Peran Masjid dalam Perdamaian Global

Pendekatan ini dinilai penting karena penelitian sebelumnya lebih banyak menitikberatkan penilaian pada kondisi fisik, tutupan karang, maupun aspek visual ekosistem terumbu karang.

Melalui pendekatan multilokus, penelitian diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi ekologis area rehabilitasi terumbu karang di Indonesia.

Selain itu, analisis spasial dan temporal yang dilakukan diharapkan dapat memperkuat dasar ilmiah dalam merumuskan model pemantauan ekosistem laut yang lebih akurat, berkelanjutan, dan aplikatif.

Tidak hanya ditargetkan menghasilkan publikasi ilmiah, hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi rujukan bagi akademisi, pengelola kawasan pesisir, pemerintah, dan pemangku kepentingan dalam merancang strategi konservasi dan pemulihan ekosistem terumbu karang berbasis data ekologis.

Keberhasilan pendanaan tersebut sekaligus memperkuat komitmen UIN RIL dalam membangun jejaring riset nasional, memperluas kontribusi akademik, serta memberi dampak nyata bagi pelestarian lingkungan pesisir dan laut Indonesia.[]


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : UIN RIL

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme
Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia
Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep
Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang
Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM
Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Berita Terbaru

Berita Utama

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:37 WIB

Berita Utama

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Kamis, 8 Okt 2026 - 18:45 WIB