Laporan : Vini
SIJUNJUNG – Sungguh Malang Nasib Qeenan Shubi Attara, 4 tahun, anak pasangan dari Supri Yama Dekan Tara dan Eni Kardia Ningsih, warga Jorong Guguk Tinggi, Nagari Padangsibusuk, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat yang kini hanya bisa terbaring.
Sejak lahir pada 10 Desember 2018, anak dengan bobot lebih kurang delapan kilogram dengan tinggi sekitar 75 cm itu hanya menatap kosong.
“Sejak umur lima bulan, Shubuh tak bisa apa-apa, dan ia sempat terjatuh diumur tiga bulan. Anak saya juga pernah diperiksa dokter spesialis anak di Solok dan mengatakan anak saya terkena syaraf,”kata Eni Kardia Ningsih mengkisahkan si Balita bernasib malang itu kepada Jurnalsumbar.Com, Senin (6/11).
Eni Kardia Ningsih tinggal bersama ibu Desi seorang pedagang di Jorong Guguk Tinggi, Nagari Padangsibusuk, Kecamatan Kupitan.
“Selama ini saya tinggal di rumah orangtua. Karena saya bekerja sebagai pelayan, jadi saya tinggal bersama ibu Desi. Dapat makan bersama anak-anak jadilah,”kata ibu dari Balita itu.
Menurut dia, pihak Puskesmas Padangsibusuk juga cukup memperhatikan.
“Pernah dibantu, susu, biskuit, dan terapi mineralmid. Dulu pernah berat anak saya 8 kg, tapi sekarang kian berkurang beratnya,”ucap Eni yang menduga terkena gizi.
1 2 3 Selanjutnya
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya