Akademisi UIN RIL Bahas Wisata Halal ASEAN di Forum IMAS 2026 Romania

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Prof. Dr. Tulus Suryanto, M.M., Akt., CA., menjadi plenary speaker dalam International Multidisciplinary Academic Studies Conference (IMAS) 2026 yang digelar Faculty of Law and Economic Sciences dan Faculty of Nursing Titu Maiorescu University, di Târgu Jiu, Romania, Jum’at (15/05/2026).[De]

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Prof. Dr. Tulus Suryanto, M.M., Akt., CA., menjadi plenary speaker dalam International Multidisciplinary Academic Studies Conference (IMAS) 2026 yang digelar Faculty of Law and Economic Sciences dan Faculty of Nursing Titu Maiorescu University, di Târgu Jiu, Romania, Jum’at (15/05/2026).[De]

BANDAR LAMPUNG – Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Prof. Dr. Tulus Suryanto, M.M., Akt., CA., menjadi plenary speaker dalam International Multidisciplinary Academic Studies Conference (IMAS) 2026 yang digelar Faculty of Law and Economic Sciences dan Faculty of Nursing Titu Maiorescu University, di Târgu Jiu, Romania, Jum’at (15/05/2026).

Dalam forum internasional tersebut, Prof Tulus yang juga menjabat Direktur Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung mempresentasikan makalah berjudul Enhancing Economic Competitiveness Through Halal Tourism: A Global Perspective. Presentasi dilakukan secara daring bersama sejumlah pembicara dari berbagai negara.

Konferensi IMAS 2026 mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai bidang, mulai dari hukum, ekonomi, hingga ilmu kesehatan. Tahun ini, konferensi mengangkat tema Emerging Challenges and Innovations in Law, Economics, and Health in the Digital Era yang membahas tantangan dan inovasi di era transformasi digital.

Dalam sesinya, Prof Tulus tampil bersama delapan pembicara lain dari sejumlah perguruan tinggi dunia, di antaranya Balkan University, University Zaragoza Spanyol, Sakarya University Turkiye, Obuda University Budapest, Akawa Ibom State University Nigeria, serta University Titu Maiorescu Bucharest Romania.

Baca Juga:  Ledakan Tambang Batu Bara, 34 Tewas

Paparan Prof Tulus membahas perkembangan riset wisata halal di kawasan ASEAN melalui pendekatan bibliometrik. Ia menggunakan publikasi ilmiah yang terindeks Scopus dan Dimensions sepanjang 2014–2025. Analisis dilakukan menggunakan VOSviewer dan Biblioshiny-R untuk melihat perkembangan tema penelitian, pola kolaborasi ilmiah, serta arah transformasi wisata halal di ASEAN.

Hasil kajian menunjukkan terdapat lebih dari 320 publikasi ilmiah dengan 85 kata kunci yang saling terhubung dalam kajian wisata halal dan daya saing ekonomi di ASEAN.

Malaysia, Indonesia, dan Thailand menjadi negara paling dominan dalam pengembangan riset wisata halal di kawasan. Ketiga negara dinilai memiliki kekuatan berbeda yang saling melengkapi.

Indonesia disebut memiliki kekuatan pada kesiapan ekosistem halal, besarnya pasar wisata domestik muslim, dukungan pemerintah, serta keterlibatan UMKM dan wisata berbasis komunitas. Tantangan utama Indonesia berada pada infrastruktur dan konsistensi branding internasional.

Sementara Malaysia dinilai unggul dalam tata kelola, kerangka kelembagaan, dan sistem sertifikasi halal yang meningkatkan kepercayaan wisatawan. Adapun Thailand dianggap berhasil mengembangkan layanan wisata ramah muslim dan promosi digital meski bukan negara mayoritas muslim.

Menurutnya, tren penelitian wisata halal mengalami peningkatan signifikan setelah 2019. Fokus kajian tidak lagi terbatas pada layanan halal dan perilaku wisatawan muslim, tetapi meluas pada transformasi digital, smart tourism, keberlanjutan destinasi, dan kontribusi wisata halal terhadap pembangunan ekonomi regional.

Baca Juga:  Bangun Kecerdasan Dini, Mahasiswa UIN RIL Gelar Sosialisasi Pengenalan Emosi

Penelitian tersebut menyoroti bagaimana wisata halal berkembang tidak hanya sebagai sektor pariwisata, tetapi juga sebagai bagian dari strategi penguatan daya saing ekonomi kawasan.

Prof Tulus menekankan pentingnya penguatan ekosistem digital dalam pengembangan wisata halal, mulai dari platform smart tourism, layanan digital, hingga integrasi teknologi untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan dan efisiensi layanan destinasi.

Ia menyebut masa depan wisata halal ASEAN sangat bergantung pada inovasi, transformasi digital, dan penguatan kolaborasi regional. Karena itu, diperlukan harmonisasi standar halal dengan standarisasi sistem sertifikasi halal. Kemudian penguatan branding destinasi wisata ramah muslim, peningkatan investasi infrastruktur wisata halal, hingga dukungan terhadap UMKM dan komunitas wisata lokal.

Menurutnya, ASEAN dinilai memiliki potensi besar menjadi pusat wisata halal dunia melalui penguatan ekosistem halal, digitalisasi layanan wisata, serta kolaborasi regional yang berkelanjutan. []


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : UIN RIL

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Pertemuan Tiongkok-India Sepakati Konsensus Delapan Poin
Cangkir Sekali Pakai, Biodegradable tak Aman Buat Manusia
Kontraktor Tiongkok Modern Lanjutkan Warisan Cheng Ho di Indonesia
Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia Resmi Hadir di Bandung
Gamescom 2026, Pameran Gim Terbesar di Dunia
Terbang ke Moskow, Kepala CIA Bawa Misi Tekan Iran soal Hormuz
PD Pemuda Muhammadiyah Desak APH Berantas Peredaran Senpi Ilegal di Bumi Ragem Tunas Lampung
Menko Polkam Jamin Keamanan Massa Saat Demo Di Gedung DPR Hari ini
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:52 WIB

Pertemuan Tiongkok-India Sepakati Konsensus Delapan Poin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:46 WIB

Cangkir Sekali Pakai, Biodegradable tak Aman Buat Manusia

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:39 WIB

Kontraktor Tiongkok Modern Lanjutkan Warisan Cheng Ho di Indonesia

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia Resmi Hadir di Bandung

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Gamescom 2026, Pameran Gim Terbesar di Dunia

Berita Terbaru

Ilustrasi Dialog China-India soal Perbatasan

#indonesiaswasembada

Pertemuan Tiongkok-India Sepakati Konsensus Delapan Poin

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:52 WIB


Seorang wanita minum secangkir kopi dengan hiasan latte di atasnya dalam ajang Restaurants Canada Show (RC Show) 2026 di Mississauga, Ontario, Kanada, pada 8 Maret 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Cangkir Sekali Pakai, Biodegradable tak Aman Buat Manusia

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:46 WIB

Rombongan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang sempat berkunjung medio Juli 2026 bersama Ketua Umum Dr Teguh Santosa Dibawah Prasati Chen Ho di Kunming

#indonesiaswasembada

Kontraktor Tiongkok Modern Lanjutkan Warisan Cheng Ho di Indonesia

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:39 WIB


Tang Wei (Kanan), seniman asal Tiongkok, mementaskan wayang opera Peking klasik berjudul

#indonesiaswasembada

Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia Resmi Hadir di Bandung

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:30 WIB


Para pengunjung memainkan gim Fortnite dalam ajang Gamescom 2026 di Cologne, Jerman, pada 26 Agustus 2026. (Xinhua)

#CovidSelesai

Gamescom 2026, Pameran Gim Terbesar di Dunia

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:27 WIB