Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Hasil sebuah lembaga survei yang menyatakan bahwa Airlangga Hartarto adalah figur yang paling dipilih melanjutkan program Presiden Jokowi, dinilai sebagai suara rakyat. Rekam jejak Ketua Umum Partai Golkar ini juga dinilai cemerlang baik dalam kapasitasnya di eksekutif maupun kepartaian.

“Kita selama ini lihat Pak Airlangga bukan menteri yang kontroversial, tidak pernah ditegur presiden, dan sebagai Ketum bisa memisahkan dimana dia sebagai menteri, eksekutif dan saat jadi Ketum,” kata Dosen Ilmu Komunikasi dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Silvanus Alvin pada Jumat (26/8).

Dengan dipilihnya Airlangga sebagai penerus Jokowi, maka program-program yang berjalan selama ini akan berkelanjutan. “Harus ada upaya pembangunan yang berkelanjutan, apa yang sudah dirancang jangan berhenti ditengah jalan, malah mubazir nanti tenaga dan biaya yang sudah dikeluarkan,” jelas pria yang akrab disapa Alvin ini.

Kapasitas Airlangga sebagai Menko bidang Perekonomian, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), sangat strategis menyentuh bidang ekonomi dan juga hajat hidup orang banyak.

Kini, sebagai pilihan masyarakat Airlangga harus terus membuktikan bahwa dirinya berkompeten. “ Dituntut konsistensi Pak Airlangga untuk terus bekerja, lebih menunjukkan kinerjanya. Dia harus menunjukkan kinerjanya konsisten dan memang fokusnya lebih kepada pembangunan yang berkelanjutan,” ungkap Alvin.

Sebagai Ketum Golkar, Airlangga mendapatkan dukungan penuh dari Partai untuk maju sebagai Calon Presiden. Dalam sejumlah survei, Airlangga juga mendapatkan dukungan masyarakat.

Baca Juga:  “Golden Certificate Ini Saya Dedisasikan Buat Pembina dan Pengurus JMSI”

“Kalau dari Golkar sudah menetapkan satu suara yaitu mendukung Pak Airlangga sebagai calon presiden. Hal itu satu dorongan penyemangat bagi Pak Airlangga, untuk bekerja lebih baik dan bekerja dengan kualitas tinggi,” jelas Alvin.

Merakyat

Sementara itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengungkapkan kinerja Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam menangani permasalahan ekonomi di Indonesia memang seharusnya berdampak pada elektabilitas dan popularitasnya. “Mestinya kinerja menko berdampak pada ekektabilitas,” terang Adi.

Kinerja perekonomian Indonesia dinilai bagus dengan berhasil menjaga inflasi Indonesia pada 4,94 persen per Juli 2022. Meski, angka itu diprediksi melesat naik jika kenaikan harga BBM bersubsidi menjadi kenyataan

Sayangnya lanjut Adi, publik tidak terlalu peduli dengan seberapa bagus kinerja seorang menteri yang potensial maju menjadi capres pada Pilpres 2024. “Problemnya, publik tak terlampau peduli dengan kinerja sosok yang dinilai potensial maju 2024,” ungkanya.

Menurut Adi, publik cenderung suka dengan sosok yang dekat dengan rakyat, sederhana, dan gemar blusukan. Karakter seperti itu dinilai lebih mengena dalam benak publik.

“Publik lebih suka dan tertarik dengan sosok yang kelihatan dekat dengan rakyat, blusukan, tampilan sedehana, apa adanya, dan lainnya,” pungkasnya. ##

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini