BERBAGI

Laporan: Nova
BANDARLAMPUNG-Persidangan kasus fee proyek yang melibatkan bupati Lampung Selatan non aktif, Zainudin Hasan (ZH0 di gelar dan terbuka untuk umum (17/12). Menurut Jaksa Penuntut umum KPK, Terdakwa Zainudin Hasan bersama oknum pejabat terkait terbukti seara menyakinkan telah melakukan tindakan korupsi.

Menurut Jaksa ZH selaku penyelenggara negara yaitu selaku Bupati Lampung Selatan masa jabatan 2016-2021 yang diangkat berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 131.18-293 Tahun 2016, bersama-sama Hermansyah Hamidi (HH) selaku Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan sejak bulan April tahun 2016 hingga 27 September 2017.

Anjar Asmara (AA) selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung Selatan sejak Desember 2017 hingga Juli 2018, Agus Bhakti Nugroho (ABN) dan Syahroni (S) selaku Kepala Subbag (Kasubbag) Keuangan Dinas PUPR sejak tahun 2015 sampai bulan Januari 2017, Kepala Bidang (Kabid) Bina Program Dinas PUPR sejak bulan Januari 2017 sampai bulan Nopember 2017, serta Kabid Pengairan Dinas PUPR Pemkab Lampung Selatan, sejak bulan Nopember 2017 Hingga tahun 2018, pada tanggal 9 Februari 2016 sampai dengan tanggal 26 Juli 2018 atau setidak-tidaknya pada beberapa waktu lain dalam tahun 2016 sampai dengan tahun 2018.

BACA JUGA  Tim Cegah Korupsi Finalisasi Langkah Lanjutan

Adapun penerimaan dana fee proyek diterima terdakwa ZH diberbagai tempat. Diantaranya, di rumah ZH Jalan Masjid Jami Bani Hasan Desa Kedaton Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan. Rumah dinas Bupati Lampung Selatan Jl. Trans Sumatera (Jalan ZA Pagar Alam) Desa Kedaton Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, di Jl. Dr. Harun II Villa Mas Blok B 11 RT.13 Lk.II Kelurahan Kota Baru Kecamatan Tanjung Karang Timur Kota Bandar Lampung. Di parkiran Kantor DPC PAN Kota Bandar Lampung.

BACA JUGA   KPK Tetapkan 5 Tersangka OTT Kemenpora

Di parkiran toko kue samping Hotel POP Bandar Lampung, di Parkiran Bank Panin Bandar Lampung, di Kantor Dinas PUPR Pemkab Lampung Selatan Jl. Indra Bangsawan No.21 Kalianda Kabupaten Lampung Selatan. Jl. Pramuka Gg. Kartika No. 24 B Rajabasa Bandar Lampung. Di parkiran Masjid Al Muslimin dekat Stadion Pahoman Bandar Lampung dan di Kantor PT Menara 9 Jl. HOS Cokroaminoto Bandar Lampung.

Dari penerimaan tersebut JPU merilis dana yang masuk kekantong terdakwa seluruhnya sejumlah Rp72.742.792.145,00 (tujuh puluh dua miliar tujuh ratus empat puluh dua juta tujuh ratus sembilan puluh dua ribu seratus empat puluh lima rupiah). [*]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here