BERBAGI

Laporan : Ilham Prayogi /Akt
JAKARTA – Maraknya perilaku berisiko pada remaja hingga bunuh diri ternyata ditenggarai akibat kurangnya waktu tidur.

Berdasarkan catatan penulis dalam The Journal of the American Medical Association (JAMA), Pediatrics menyebutkan bahwa remaja usia sekolah yang waktu tidur malamnya lebih sediki itu meningkatkan peluang bagi dirinya untuk melakukan perilaku membahayakan.

BACA JUGA  Karen Dituntut 15 Tahun Penjara-Uang Pengganti Rp284 M

“Risiko saat mengemudi dalam kondisi mabuk, melakukan aktivitas seksual tidak aman, berperilaku agresif, dan menggunakan alkohol, tembakau, dan obat-obatan lainnya,” tulis peniliti yang disadur dari laporan CNN, Selasa (2/10).

Dalam studinya, para peniliti juga mengungkapkan bahwa melibatkan peserta remaha yang memiliki waktu tidur delapan jam atau lebih, menemukan ada hubungan yang kuat antara kurang tidur dengan suasana hati dan menyakiti diri sendiri.

BACA JUGA  Kiat Mengatasi Ketergantungan Pada Kafein

“Bahwa siswa SMA yang waktu tidurnya kurang dari delapan jam itu meningkatkan risiko berperilaku merugikan,” paparnya.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here