BERBAGI

Laporan : Danis/CJ
BANDAR LAMPUNG – Silaturahmi kerja nasional (Silaknas) Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), di Covention Hall Mahligai Agung Pascasarjana Universitas Bandar Lampung, dubuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Penutupan Silaknas, Sabtu (8/12), dilakukan Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla.

Dalam kesempatan ini, Wapres berpesan agar ICMI memperkokoh kelompok keilmuan. “Orang ICMI harus memperkuat kelompok keilmuan agar terbentuk organisasi yang kuat,” ungkapnya saat memberi amanat.

Jika tidak memperkuat keilmuan, yang ada dalam pertemuan Silaknas hanya membahas politik. “Kalau tidak pertemuan politik yang membahas dukung siapa, itu berbulan-bulan, ekonomi kita kelupaan, sehingga politik menghadap yang punya ekonomi,” katanya.

BACA JUGA  Putri Wapres Temui Korban Perampasan Tanah

Lebih lanjut Jusuf Kalla mengatakan, teknologi dan kewirausahaan harus menjadi hal pembicaraan utama dalam sebuah pertemuan. “Apa kurangnya Lampung yang memiliki tanah luas dan subur namun jika tidak ada teknologi dan keilmuan yang cukup tentu akan dikuasai (bangsa lain),” ucapnya.

Wapres melanjutkan, teknologi saat ini terus berkembang, salah satunya yang sempat menjamur wartel namun saat ini sudah tidak ada, karena adanya perkembangan teknologi. Ini menjadi permasalahan yang harus dipecahkan.

BACA JUGA  JK: Pembebasan Ba'Asyir Karena Kemanusiaan

“Masalahnya adalah mempersiapkan orang menerima teknologi baru, kalau tidak siap kita jadi konsumen teknologi, dan itu penyakitnya, kita mengimpor terus,” ungkapnya.

Jusuf Kalla mengatakan, ICMI sebagai persatuan cendikiawan tentu harus menjadi pelopor mempersiapkan orang ini.

“Dari tahun ke tahun, dari rapat ke rapat harus ada bagiannya dari laboratorium ke laboratorium percobaan ke percobaan lain itu baru ICMI. Meningkatkan produktifitas itu baru berita, memakmurkan masyarakat, kalau hanya deklarasi itu bukan berita,” ujar Jusuf Kalla.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here