BERBAGI

Laporan: */Aliyunsah

LMND Sikapi Penggusuran Pasar Griya
PASCA penggusuran yg Pemerintah Kota Bandar Lampung lakukan terhadap warga Pasar Griya, kini hidup pedagang terlunta-lunta. Demikian diungkap Ketua LMND Bandarlampung, Kristina Tia Ayu (15/8).

Menurut Kristina, kondisi masyarakat eks Pasar Griya hidup terlunta-lunta dan menunggu belas kasih dari orang lain.
Sampai hari ini penggusuran paksa tersebut justru menyisakan isak tangis bagi masyarakat.

Dikatakan Kristina, sikap perlawanan dan perjuangan masyarakat Pasar Griya tak akan berhenti sampai adanya solusi dari pemerintah.

BACA JUGA  Pemkot Rencanakan Pembangunan Dua Jalur Di Beberapa Ruas Jalan

Kemarin masyarakat dan elemen gerakan rakyat turun untuk kembali mendatangi Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung, tapi hal itu juga tidak mendapat perhatian Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk mau menemui massa aksi guna mencari solusi atas permasalahan ini.

Massa aksi melakukan pembacaan yasin sebagai bentuk doa terhadap Pemerintah Kota Bandar Lampung yang sampai saat ini acuh terhadap rakyatnya sendiri.

BACA JUGA  Jelang Idul Adha, Pemkot Periksa Hewan Qurban

Disampaikan Kristina, kekejaman Walikota Herman HN sebagai pemangku kepentingan tertinggi di Bandar Lampung menjadi sponsor utama dalam agenda pemiskinan masyarakat Pasar Griya.

Skema penggusuran yang dilakukan secara sewenang-wenang menghilangkan tempat tinggal, mematikan sumber perekonomian, bahkan mengancam putusnya pendidikan anak-anak.

Ditambahkan, sejak kemarin Selasa, 14 Agustus masyarakat Pasar Griya menginap di Kantor DPRD Kota Bandar Lampung hingga sekarang. [*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here