BERBAGI

SALATIGA – Sertu Sarino Koramil 08/Suruh yang tergabung dalam satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-102 Kodim 0714/Salatiga ikut menghadiri acara pendeklarasian stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan) bertempat di kantor kecamatan Suruh. Acara dihadiri Camat Suruh bapak Drs Bambang Arif, Kepala puskesmas Suruh Dr Dona Elisabet serta instansi terkait. Peserta deklarasi bersama tersebut terdiri dari Kades se kecamatan Suruh dan Tim Penggerak PKK se kecamatan Suruh.

Deklarasi bersama Stop BABS ditandai pembacaan Ikrar Stop BABS dipimpin oleh Camat Suruh bapak Drs Bambang Arif dan ditirukan oleh semua hadirin dan dilanjutkan penandatangan ikrar. Drs Bambang Arif dalam sambutannya mengatakan setelah deklarasi ini diwajibkan kepada desa maupun tingkat dusun membuat aturan dan sangsi berupa denda kepada para pelanggar BABS dengan cara musyawarah.

BACA JUGA  Mbah Kinah Sediakan Makan Bagi Satgas TMMD

TNI sudah membuat kerjasama dengan Kementrian Kesehatan untuk menggerakkan masyarakat dalam pembuatan jambanisasi apalagi saat ini TNI sedang melaksanakan beberapa program diantaranya TNI Manunggal membangun Desa (TMMD) di desa Bonomerto kecamatan Suruh ini dengan salah satu program sasaran fisik adalah pembuatan jamban. “Pembuatan jamban ini diharapkan warga untuk belajar hidup sehat serta menjaga lingkungan sekitar,” ungkap Drs Bambang Arif.
[*/rls/Salatiga]

TMMD Suluh KDRT Dan Perlindungan Anak

SALATIGA-Pemahaman tentang permasalahan khususnya kekerasan rumah tangga, tentang anak dan peraturan perkawinan, menjadi daya tarik dalam program non fisik TMMD Reguler ke 102 tahun 2018, di desa Bonomerto, kecamatan Suruh, kabupaten Semarang,Selasa (24/07/2018).

BACA JUGA  TMMD Rapihkan Pohon Rawan Tumbang

Bekerja sama dengan seorang anggota Bhabinkamtibmas dan penyuluh dari Kecamatan Suruh, pelaksanaan pembinaan dan penyuluhan berlangsung antusias.Banyak permasalahan rumah tangga yang sebelumnya tidak diketahui bahaya dan solusinya bagi warga masyarakat di Desa Bonomerto.Masyarakat desa Bonomerto rata-rata masih mengabaikan perihal tentang KDRT dan perlindungan anak,karena menurut mereka bahwa yang selalu menjadi fokus dalam keluarga rata-rata masih berkaitan dengan memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Menjadi pembahasan menarik adalah terkait permasalahan selingkuh dalam rumah tangga. Dikarenakan banyak warga khususnya perempuan banyak yang tidak tahu menahu dan seringkali menjadi korban.[*/rls/Salatiga]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here