Laporan: Heri Suroyo
JAKARTA — Setahun telah berlalu. Kasus penembakan dan upaya pembunuhan Wakil Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Rahiman Dani, belum juga menemui titik terang. Penyelidikan yang dilakukan Polda Bengkulu jalan di tempat.

“Terus terang kami prihatin kasus ini seperti menemui jalan buntu. Awalnya polisi terlihat sungguh-sungguh menangangi kasus ini. Tapi sejak pertengahan tahun lalu, tidak ada perkembangan berarti,” ujar Ketua Umum JMSI Teguh Santosa dalam keterangan kepada redaksi.

“Kami meminta agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan perhatian ekstra pada pengungkapan kasus ini, demi menjamin keselamatan dan rasa aman warga, khususnya Sdr. Rahiman Dani yang sempat menjadi target upaya pembunuhan,” ujar Teguh lagi.

Baca Juga:  HPN Bahas Nasib Jakarta Pasca IKN

Teguh juga menyesalkan sikap Dewan Pers yang tidak sungguh-sungguh melakukan advokasi dan memeriksa peristiwa ini apakah benar memiliki kaitan dengan kinerja media yang dipimpin Rahiman Dani, atau karena sebab-sebab lain.

Teguh mengatakan, pihaknya pernah menyurati dan melaporkan langsung peristiwa ini ke Dewan Pers di mana JMSI yang adalah organisasi perusahaan pers merupakan salah satu konstituennya.

“Jangan sampai, kawan-kawan di Dewan Pers yang katanya menjunjung tinggi kemerdekaan pers bersikap parsial, hanya memberikan fokus pada kualitas karya dan keselamatan wartawan yang bekerja di lapangan, namun mengabaikan aspek keamanan dan keselamatan pihak manajemen perusahaan media,” katanya lagi.

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
1
2