Laporan : Putri/CJ
LAMPUNG TIMUR – Kasus di bawah ini harus menjadi pembelajaran bagi para pengguna media sosial, apabila tidak ingin berurusan dengan aparat kepolisian.

Seperti kasus yang dialami Suradi (46). Warga Desa Sukadana Tengah, Kecamatan Sukadana, ini mendatangi Polres Lampung Timur, Jumat (10/5) sekira pukul 18.30 WIB.

BACA JUGA  Pemkab-DPRD Lamtim Bukber

Itu setelah pamong desa setempat mendesak Suradi ke polres untuk mengklarifikasi dugaan ujaran kebencian terhadap Front Pembela Islam (FPI) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada postingan akun Facebook miliknya.

Postingan pada 3 Maret 2019 ini memuat gambar petiggi PKS dan pembahasan tentang poligami. Dalam postingan itu terdapat 84 komentar dan 53 like. Pada kolom komentar terdapat kalimat tidak senonoh.

BACA JUGA  Seorang Sopir Ditembak Polisi

“Kami langsung menghubungi pamong desa di sana bahwa ada seorang warganya melakukan ujaran kebencian,” kata Ketua I Front Pencinta Masjid (FPM), Yusprian Andri, Sabtu (11/5).

- Advertisement -
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here