BERBAGI

Soal Gugatan Ribuan Ha Tanah Milik Adat

TIDAK kurang lebih seribu lima ratus hektar tanah milik adat sebagai hak ulayat adat Sai Batin Pesawaran digugat.

Hal itu terungkap usai buka bersama para tokoh adat se Pesawaran Selasa (29/5) di kediaman pribadi Alzier.
Menurut Firman Rusli gelar Paduka Minak Mangku Batin selaku ketua Adat Sai Batin Pesawaran.

Lokasi tanah ulayat Marga Way Lima tersebut meliputi wilayah : Desa Gunung Rejo, Desa Baturaja, Desa Cimanuk, Desa Tanjungrejo dan Desa Gunung Sari dengan luas total kurang lebih 1400 hektar ( seribu empat ratus hektar), ujar Rusli.

Sementara Mualim Taher salah satu tokoh pengagas kabupaten Pesawaran yang ikut dalam silahturahmi menyatakan meminta kepada pemerintah agar mengembalikan tanah Ulayat Marga Way Lima.

BACA JUGA  Edarkan Upal, 4 Pria Diamankan Polisi

” Kami mohon pemerintah mengembalikan hak hak adat tanah milik Marga Way Lima yang luasnya seribuan lima ratus hektar agar dapat di manfaatkan sebesar besarnya untuk masyarakat adat, ujar Mualim yang juga mantan anggota Dewan DPRD Lampung Selatan itu.

Firman Rusli melanjutkan, ada sebagian tanah adat telah diperuntukan untuk warga transmigrasi.

Seperti di desa Gunung Sahari Kecamatan Way Rilau, Desa Gading Rejo di Pringsewu dan daerah Bagelen di Gedong Tataan, itu kami akui sudah menjadi hak para transmigran sejak jaman dahulu, urai Firman Rusli.

Alzier sebagai pihak tuan rumah buka bersama dan silahtuhrahmi yang didaulat sebagai penasehat Adat Sai Batin Pesawaran, meminta agar pihak adat mengumpulkan bukti bukti maupun dokumen otentik yang berkaitan dengan klaim para tokoh adat yang menyatakan terdapat tanah ulayat milik adat tersebut.

BACA JUGA  Polisi Terus Usut Kasus Tanah Adat Pesawaran

Bakal calon senator DPD RI tahun 2019 juga meminta masyarakat adat kompak dan satu suara.

“Silahkan di kumpulkan bukti dan dokumen otentik yang menguatkan hak tanah adat. Nanti kita akan koordinasi dengan BPN dan juga kita bandingkan dengan peta milik peninggalan Belanda. Nanti ke pihak terkait di atas saya bantu mengkoordinasikannya. Agar pihak adat segera membuat surat resmi sebagai korespondensi tertulis ke pihak pihak terkait. Yang terpenting masyarakat adat wajib kompak jangan plin paln apalagi kocok bekem, ” ujar Alzier. [*/lion/lintas]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here