BERBAGI

SALATIGA- Dansatgas Kodim 0714/Salatiga Letkol Inf Prayoga erawan berbuat yang terbaik, tulus dan ikhlas sekiranya itulah sikap yang ditunjukkan oleh prajurit TNI yang tergabung dalam satgas Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke102 kodim 0714/Salatiga dalam melaksanakan tugas oprasi selain perang yaitu Program TMMD di Desa bonomerto Kecamatan Suruh , Kabupaten Semarang dalam membantu pemerintah daerah untuk percepatan pembangunan baik secara fisik maupun non fisik untuk kesejahteraan rakyat dan kemanungalan TNI dan Rakyat.

Disela-sela kesibukan TMMD Reguler ke-102 yang padat, tentunya menguras tenaga dan waktu dan pikiran para prajurit TNI satgas TMMD Reguler ke-102 sembari beristirahat sejenak menghilangkan rasa lelah Serda Untung menyempatkan diri bercengkrama sambil berbagi pengalaman bersama keluarga.

BACA JUGA  Meski Padat, Komsos Jalan Terus

Serda Untung menyebutkan keakrapan masyarakat bersama anggota Satgas sudah terjalin satu hubungan kekeluargaan, masyarakat berharap kegiatan seperti ini dapat terus berjalan di Desa mereka, bukan saja pembangunan fisik, akan tetapi pembangunan terhadap moral masyarakat itu jauh lebih penting, agar terciptanya kebahagia keluarga tersebut, hal tersebut merupakan wujud nyata program TMMD Reguler ke-102 wujudkn kemanungalan TNI-Rakyat.
[*/rls/Salatiga]

AngkongpunHilir Mudik Bawa Material

SALATIGA – Kereta dorong (angkong) pembawa material hilir mudik silih berganti itulah pemandangan yang ada di lokasi TMMD Reguler Ke-102 Kodim 0714/Salatiga agar dalam pelaksanaannya sesuai target yang sudah ditentukan, walaupun mengunakan alat manual, konvensional begitu pelan mengingat tenaga manusia untuk mendorongnya.

BACA JUGA  Tak Terasa, TMMD Hampir Usai

Untuk kelancaran dalam proses pengecoran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-102 Kodim 0714/Salatiga, Serda Rumadi mendorong angkong berisi material split untuk di masukan ke molen guna di campur bahan lain. Danramil 08/Suruh Kapten Inf Tarimo yang sebagai koordinator lapangan pun ikut memantau secara langsung proses pengecoran jalan yang menghubungkan dua dusun tersebut.

“Secara keseluruhan warga dengan tanpa di komando sudah mengerti apa yang harus di lakukan namun harus tetap membutuhkan kontrol dan arahan agar program ini berjalan sesuai target,” imbuh Danramil suruh. Ditambahkannya “karena pengecoran antar kedua dusun, dari dusun Gedong dan dusun Krajan harus mencapai target waktu yang sudah ditentukan.”[*/rls/Salatiga]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here