BERBAGI

MUNGKID– Sebanyak 42 orang siswa dari SMK Muhammadiyah Mungkid menerima pembinaan kedisplinan,etika dan Sopan santun dari anggota Babinsa Koramil Mungkid.

Hal itu dibenarkan Danramil Mungkid Kapten Arm Untung Supriyanto . “Membolos merupakan perilaku siswa yang tidak masuk sekolah dengan alasan yang tidak tepat dan itu tidak sepatutnya dilakukan. Sebab, membolos dan juga tawuran merupakan salah satu bentuk dari kenakalan siswa yang jika tidak segera diselesaikan atau dicari solusinnya dapat menimbulkan dampak yang lebih parah.Sehingga perlu penanganan siswa yang suka membolos ini dan menjadi perhatian yang sangat serius untuk sekolah.
Dia mengatakan, sekolah mempunyai peran penting dalam menangani anak membolos seperti halnya guru BK. Sedangkan saat di rumah orangtua harus jeli mengawasi anaknya, karena terkadang penyebab utama siswa membolos lebih sering berasal dari dalam keluarga itu sendiri.
Jadi komunikasi antara pihak sekolah guru BK dengan pihak keluarga menjadi sangat penting dalam pemecahan masalah siswa tersebut,” tambahnya.

BACA JUGA  Buktikan Gotong Royong Kunci Sukses TMMD

Sementara waka Kesiswaan Firman.S.Sos mengungkapkan membolos adalah salah satu perilaku menyimpang yang sangat populer dikalangan pelajar baik di sekolah tingkat pertama dan tingkat menengah atas. “Anak bolos sekolah harus menjadi perhatian bagi sekolah, karena apabila tidak ditangani dengan tepat maka tidak menutup kemungkinan hal yang kecil akan menjadi besar,” ungkap Firman.

Serka Saefudin selaku pemberi materi menyatakan, banyak siswa yang sering membolos bukan hanya di sekolah – sekolah pinggiran saja tetapi banyak sekolah favorit juga mengalami hal yang sama. Penyebabnya bisa faktor internal dan faktor eksternal.

BACA JUGA  Sejuta Kesan Bersama Satgas TMMD

Faktor eksternal yang kadang menjadikan alasan membolos adalah mata pelajaran yang tidak diminati atau tidak disenangi siswa. Sistem pendidikan yang ketat terlalu monoton, mengekang tanpa diimbangi dengan pola pengajaran yang sifatnya menyejukkan atau merefreskan otak siswa. Akibatnya menjadikan anak tidak lagi semangat, tidak fokus di sekolah terlebih di dalam kelas.

“Karena kejenuhannya itulah yang kemudian mencari pelarian bagaimana cara memuaskan dirinya dan memutuskan kekangan itu dengan membolos. Ada kecenderungan siswa membolos dapat merugikan dirinya dan orang lain serta sekolahnya,” tukas dia.
[*/rls/Magelang]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here