Tips Mencegah Obesitas

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi/Net

Ilustrasi/Net

Laporan : Vini

Obesitas adalah salah satu masalah kesehatan yang saat ini mudah kita temukan disekitar kita. Sebagai salah satu masalah kesehatan, obesitas dapat dikatakan sebagai sebuah jembatan yang mengantarkan berbagai macam penyakit tidak menular (PTM) yang berbahaya untuk bisa menyerang tubuh seseorang.

Melihat hal diatas, maka penting bagi kita untuk lebih memperhatikan dan merubah pola hidup kita menjadi lebih sehat. Karena hanya dengan demikian, berat badan kita akan menjadi lebih ideal, dan meminimalisir potensi terserang penyakit tidak menular yang berbahaya seperti diabetes, penyakit jantung koroner, hingga darah tinggi.

Baca Juga:  Uji Coba Prasmanan, SPPG Abung Semuli Sajikan Makanan Hangat

Cara mencegah Obesitas

Berikut ini adalah tips mencegah obesitas yang perlu diketahui dan dapat dilakukan secara mandiri, diantaranya adalah:

  • Mengatur pola makan

Mengatur pola makan dan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi merupakan hal dasar yang harus dilakukan dalam melakukan diet.

  • Tidak mengkonsumsi Gula, Garam, Lemak secara berlebihan.

Mengubah Gula, Garam, Lemak secara berlebihan merupakan hal yang dapat menyebabkan seseorang mudah mengalami obesitas. Untuk itu, perbanyak konsumsi buah dan sayur minimal 5 porsi perhari atau setara dengan 450 gram/hari

  • Rutin melakukan aktivitas fisik
Baca Juga:  Wagub Jihan Apresiasi 25 Tahun Pengabdian LAZDAI Lampung

Rutin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit perhari dapat membantu kita dalam mencegah dan menurunkan berat badan.

  • Tidak mengkonsumsi rokok dan alkohol.

Berhenti dari perilaku tidak sehat seperti merokok dan minum minuman beralkohol juga menjadi faktor penting untuk menurunkan berat badan.

  • Konsultasi ke dokter.

Apabila IMT sudah melebihi 27, disarankan untuk bisa melakukan konsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan panduan dan mendeteksi berbagai potensi penyakit.##

Sumber : promkes.kemkes.go.id

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok
Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?
782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda
Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara
Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih
Raksasa Undustri Kertas Indonesia, Pamerkan Inovasi Hijau di CIIE
Netty Prasetyani Soroti Modus Narkotika di Cairan Vape
Siarkan Sidang Terbuka, Setjen DPR Sabet State Institution Award CNN 2026

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 22:55 WIB

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 November 2026 - 22:03 WIB

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 November 2026 - 21:45 WIB

782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda

Sabtu, 7 November 2026 - 20:14 WIB

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 November 2026 - 20:10 WIB

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih

Berita Terbaru

Yustian Rovi Alfiansah menghadiri Forum Kerja Sama Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Internasional (International Science and Technology Innovation Cooperation Forum/ISTICF) dan Konferensi Inovasi Teknologi Laut Dalam (Deep-Sea Technology Innovation Conference/DSTIC) Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan 2026, yang merupakan edisi keempat, di Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok selatan, pada 4 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:55 WIB

Infografis ini menampilkan ketersediaan psikiater dan psikolog klinis di Indonesia. Data nasional per 1 September 2026 bersumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI), sedangkan sebaran per provinsi bersumber dari kajian Info Singkat DPR RI (Oktober 2023). (Xinhua)

Berita Utama

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:03 WIB

Mantan perdana menteri (PM) Malaysia Najib Razak (pertama dari kiri) terlihat di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 22 Desember 2025. Mantan PM Malaysia Najib Razak gagal dalam upaya bandingnya untuk dipindahkan ke tahanan rumah setelah Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur menolak permohonannya pada hari itu. (Bernama/Xinhua)

Berita Utama

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:14 WIB

Berita Utama

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:10 WIB