Laporan:H Aristusyah

TULANGBAWANG BARAT-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, melaksanakan sosialisasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas III), dalam upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Utama Wakil Bupati Tubaba pada (10/10) pukul 09.00 Wib. Yang dihadiri oleh Asisten III bidang kesehatan Prana, dan para pejabat terkait lainnya.

“Kegiatan ini adalah upaya mewujudkan 100 persen akses air minum dan Sanitasi di kabupaten Tubaba, juga merupakan suatu pelayanan yang wajib dilaksanakan.” Kata Prana dalam sambutannya.

Lanjutnya, dengan melaksanakan Pamsimas III dengan bersungguh-sungguh oleh seluruh pihak baik Pemerintah Daerah, Desa, Panitia Kemitraan (Pakem), Konsultan pendamping, dan tim fasilitator Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia dan meningkatkan kesehatan masyarakat Tubaba sehingga bisa mewujudkan kabupaten Tubaba yang unggul dan berdaya saing.

BACA JUGA  Pagar Dewa Terendam Banjir

“Program Pamsimas itu bertujuan untuk meningkatkan akses pelayanan air minum dan Sanitasi di wilayah pedesaan. Sebagaimana yang kita ketahui Program ini sudah terlaksana mulai dari Pamsimas I periode 2008-2012, Pamsimas II Periode 2013-2015, dan Pamsimas III Periode 2016-2020.” Jelasnya.

Lebih jauh ia jelaskan, untuk Pamsimas III kabupaten Tubaba sudah masuk tahap ke 4, sampai dengan tahun 2019 ini. Pembangunan Pamsimas III telah dilaksanakan di 54 desa, untuk 43 desa oleh APBN dan 11 Desa Oleh APBD. Adapun 30 Tiyuh sudah selesai pada tahun 2017 dan 2018, sedangkan 24 masih tahap pengerjaan.

BACA JUGA  Satgas KPK Akan Telepon Sekda Tubabarat

“Untuk tahun 2020 kedepan akan ada Pamsimas untuk 19 Tiyuh, dari APBD ada 5 Tiyuh dan APBN ada 14 Tiyuh, pada hari ini kita akan lakukan sosialisasi oleh Tim dalam mencatat program yang akan datang mengenai tahap-tahap dan petunjuk teknis. Kepada semua pihak terkait Pamsimas baik dari anggaran APBD atau APBN tahun 2019 ini, agar dapat mengikuti petunjuk teknis dan bisa transparan dan akuntabilitas partisipatif, sampai nanti bisa menjaga dan merawat sarana yang telah dibangun secara berkelanjutan,” Imbuhnya.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here