BERBAGI

Laporan : Rudi Alfian
LAMPUNG UTARA – Satuan Samapta Bhayangkara (Sat Sabhara) Polres Lampung Utara kembali mengamankan delapan remaja di dalam kontrakan yang ada di jalan Way Umban, Kelurahan Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi, Minggu malam, (27/1), sekira pukul 21.00 WIB. Diduga, mereka usai mengkonsumsi narkotika jenis shabu dan melakukan pesta seks.

Kapolres Lampung Utara, AKBP Budiman Sulaksono, melalui Kasat Narkoba Iptu. Andry Gustami, mengungkapkan, penyergapan atas kedelapan remaja tersebut bermula dari laporan masyarakat, yang merasa resah dengan aktifitas para remaja itu.”Informasi berawal dari aduan masyarakat setempat yang merasa diresahkan dari adanya aktifitas di kost-kostan tersebut,” ungkap Andri Gustami, saat dikonfirmasi sejumlah awak media, Selasa, (29).

lebih lanjut, setelah mendapati informasi itu, Tim Walet Sat Sabhara Polres Lampura, lantas menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan dan penyergapan di kost-kostan yang berdasarkan aduan warga kerap dijadikan tempat pesta shabu dan ajang kumpul kebo. “Dari hasil tindakan kepolisian yang dilakukan, Tim mendapati delapan remaja sedang berkumpul dan diduga kuat usai melakukan pesta narkoba,” imbuh Andri Gustami.

BACA JUGA  Helikopter-Tank Hiasi Perayaan HUT RI

Dikatakannya, delapan remaja yang diamankan tersebut berinisial, AK (20), SA (20), MR (17), AP (18), DA (17), RS (16), RI (18), dan FY (23), serta mengamankan sejumlah alat bekas pakai shabu. Namun, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Lampura, tiga orang remaja yang berinisial, RS (16), RI (18), dan FY (23), diketahui tidak mengandung zat Amphetamine.

“Setelah dilakukan serangkaian tes terhadap urine, tiga remaja dipastikan negatif.Ketiga remaja tersebut lalu dipulangkan kerumahnya masing-masing,” kata Andri.

BACA JUGA  Kapolres Gelar Ramah Tamah-FGD Bersama Instasi Terkait

Menurutnya, hasil pemeriksaan lima remaja lainnya dengan berinisial AK (20), SA (20), MR (17), AP (18), DA (17), diketahui positif mengandung zat Amphetamine. “Untuk lima remaja lainnya hasilnya positif mengandung zat Amphetamine. Untuk itu, mereka berlima diserahkan ke Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Lampung, untuk dilakukan rehabilitasi,” jelasnya.

Terkait informasi jika salah seorang remaja putri yang telah diizinkan pulang ke rumahnya tersebut, telah berbadan dua, Andry Gustami membenarkan informasi tersebut berdasarkan pengakuan remaja putri dimaksud. “Iya benar, remaja putri yang dimaksud berinisial RS (16). Dirinya mengakui jika usia kandungannya berkisar dua hingga tiga bulan,” ujar Andri Gustami.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here