Laporan: Bambang SBY

BANDARLAMPUNG– Tiga film karya Sineas Lampung akan membuka 15th Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) Community Forum di Lampung pada Kamis (26/11). Pembukaan akan dilaksanakan secara tertutup dan terbatas dari pukul 13.00 WIB s.d. selesai di Gedung Dewan Kesenian Lampung Kompleks PKOR, Way Halim, Bandar Lampung dengan mengundang penggiat film dan stakeholder perfilman Lampung.

Pembukaan akan mengambil tema “Sekura Lampung” sebagai bentuk penghargaan kepada sineas Lampung yang menjadi “wajah/topeng” dalam perkembangan sinema di Lampung, yang karyanya telah meraih penghargaan di festival Nasional maupun Internasional.

Ketiga film yang akan diputarkan dalam pembukaan Festival Film Internasional dari JAFF ini adalah “Agus dan Agus” sebuah film fiksi karya Aji Aditya yang terpilih menjadi Official Selection HANIFF 2016. Lalu “Anak Koin” karya Chrisila Wentiasri yang menjadi Nominated as Best Short Documetary of FFI 2017. Terakhir film animasi berjudul “Kita Satu” karya Aga Arsari yang terpilih sebagai Best Animation Film of Gemastik 2017.

Menjadi salah satu dari 15 kota penyelenggara acara festival film internasional ini, Lampung mulai dilihat sebagai salah satu provinsi yang aktif dalam berkegiatan film. Dengan tajuk “15th JAFF Community Forum Lampung”, kegiatan ini akan diselenggarakan pada 26-28 November mendatang.

Nada Bonang selaku Festival Director of 15th Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) Community Forum di Lampung mengungkapkan bahwa selama tiga hari tersebut, para penggiat dan penikmat film di Lampung dapat mengikuti kegiatan yang meliputi Eksebisi Film, Forum Komunitas, dan Community Expo ini.

“Hadiah besar untuk menambah wawasan film teman-teman sineas di Lampung. Semoga nanti di dalam Forum Komunitas kita juga bisa bahas sedikit tentang tata cara pengajuan pembiayaan produksi film”, kata Nada.

BACA JUGA  Ini Situasi Terakhir Covid 19 di Lampung

Nada Bonang kembali mengungkapkan, bahwa akan ada 5 program utama pemutaran yang akan berlangsung pada tanggal 27-28 November 2020, yaitu Asian Prespective, Indonesian Film Splash Short, JAFF-NETPAC, Light of Asia, dan Layar Komunitas.

Asian Prespective yaitu program yang menyajikan film-film yang dianggap sebagai wajah sinema Asia tahun ini. Sementara Indonesian Film Splash Short menyajikan film-film pendek Indonesia terkurasi dari JAFF.

Untuk JAFF-NETPAC yaitu suatu program yang menyajikan film karya sutradara Asia yang memberikan kontribusi sinematik yang dinilai penting bagi gerakan sinema baru Asia. Light of Asia berisi program yang menyuguhkan perspektif khas sekaligus universal mengenai tanah dan kedirian/kedirian/eksistensial dari film sutradara Asia.

Terakhir Layar Komunitas, berisi film-film produksi komunitas film seluruh Indonesia yang terjaring dari 15th JAFF Community Forum.

Dari masing2 program tersebut, beberapa film terpilih -dari total ratusan film yang ikut serta dari seluruh penjuru benua Asia- akan ditayangkan dengan kuota terbatas. Jumlah penonton dibatasi 50 orang per filmnya dengan menaati protokol kesehatan COVID-19.

Bagi yang berminat, dapat memesan tiketnya melalui loket.com yang sudah dapat diakses sejak 18 November seharga Rp 10.000,- per show atau tiket bundle yang dapat dipesan melalui Instagram @klub.nonton.

Sekilas Klub Nonton

Klub Nonton adalah sebuah komunitas nirlaba pengapresiasi film di Lampung yang berfokus pada eksebisi, literasi, dan distribusi. Klub Nonton menyelenggarakan acara eksebisi film untuk lebih mendekatkan film “bagus” kepada kalangan masyarakat yang selama ini hanya dapat menikmati film-film di media mainstream seperti TV dan Bioskop.

BACA JUGA  Chrisna Siap Laksanakan Tugas di Pesbar

Sebagai komunitas yang sudah berdiri sejak Juni 2017, Klub Nonton juga turut mengajak masyarakat untuk mengapresiasi film-film karya sineas dalam negeri sekaligus menggerakkan kalangan penggiat film, khususnya anak muda di Lampung untuk berkarya.

SEKILAS TENTANG JAFF
Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) adalah festival film terbesar di Indonesia yang berfokus pada perkembangan sinema Asia dan berkontribusi untuk perkembangan sinema Indonesia juga memberikan ruang bagi persimpangan berbagai sektor seperti edukasi, seni, budaya, dan pariwisata.

JAFF menjadi barometer perkembangan film Asia dan juga melahirkan bakat-bakat baru pembuat film di Indonesia. Sejak awal, JAFF bekerjasama dengan NETPAC (Network For The Promotions of Asian Cinema), sebuah organisasi film dan budaya pan-Asia yang beranggotakan 30 negara dan berkantor pusati di Colombo, Sri Langka.

JAFF dimulai sejak tahun 2006 pasca gempa bumi besar yang menewaskan 6.234 orang. Lahir di tengah krisis dengan dukungan 30 komunitas film di Jogja. Lahirnya JAFF menjadi semangat untuk bermulanya gerakan JOGJA BANGKIT.

Tahun 2020, setelah 15 tahun secara konsisten memajukan dunia sinema Asia dan Indonesia, JAFF kembali dihadapkan pada situasi krisis karena pandemi Covid-19. Namun, pandemi justru menjadikan 15th JAFF harus lebih kuat untuk memberi semangat kepada Sinema Indonesia.

Tahun ini, dengan mengusung tema “Kinetic”, JAFF akan dilaksanakan di 15 kota sebagai refleksi spirit komunitas yang selama ini menjadi spirit tumbuhnya JAFF. Komunitas di 15 kota tersebut dipilih untuk menghidupkan kembali ruang menonton alternatif dengan tetap mengedepankan protokol Kesehatan.()

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here