BERBAGI

Laporan: Danis Mulya
BANDARLAMPUNG– Guna menghentikan media ‘abal-abal’, Dewan Pers mendapat masukan membuat domain legal bersama media online terverifikasi. Hal itu diutarakan wartawan dan juga peserta dari workshop ‘Penguatan dan Pemberdayaan Ekosistem Person Melalui Ketersediaan Infrastruktur Telekomunikasi dan Informasi”, yang digelar Dewan Pers bersama Balai Penyedia dan Pengelolaan Biaya Telekomunikasi dan Informasi (BP3TI) di Batiqa Hotel, Jumat (24/8).

Usul tersebut juga disepakati salah satu narasumber workshop yakni Tony Wijaya, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dengan materinya ‘Peran Pers Daerah’. Materi yang diberikan Tony, menyampaikan bagaimana situasi, pengaruh dan efek samping dari ‘beranakpinaknya’ media yang lahir dan belum terverifikasi.

BACA JUGA  Dewan Pers Cek Fakta Soal Hoax

Muhammad Furqan, salah satu wartawan dan peserta workshop pun merespon tentang banjirnya media ‘abal-abal’ yang sempat dilontarkan Dosen Fisip Unila di presentasinya.

“Adanya usaha Dewan Pers untuk membuat domain yang legal dan melingkupi media-media yang sudah terverifikasi. Dengan begitu, akan terlihat mana media yang abal-abal dan mana yang sudah terverifikasi.” usulnya.

Menanggapi usul tersebut, Jimmy Silalahi mewakili Dewan Pers mengatakan boleh saja, tak jadi masalah.

“Membuat masyarakat membedakan mana media dan mana yang non media. Jadi, acara hari ini ada notulensi. Semua usulan yang menarik di workshop ini, nanti bisa dibahas lewat rapat pleno internal Dewan Pers.” terang Jimmy.

BACA JUGA  SMSI Masuk Tim Media Task Force

Jimmy pun memberikan bocoran bahwa Dewan Pers bersama Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) – Kominfo, akan meresmikan satgas, yang bertugas melakukan pengawasan media online.

“Dalam waktu dekat, Dewan Pers bersama Dirjen Aptika – Kominfo akan melakukan konferensi pers terkait satgas pengawas media online.” sambungnya.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00-15.00 WIB, dengan moderator, Oyos Suroso, menampilkan 2 narasumber workshop yakni dari Dewan Pers, Jimmy Silalahi dan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Tony Wijaya.[*]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here