BERBAGI

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat anggota DPR RI Periode 2014-2019 fraksi PAN, Sukiman sebagai tersangka suap dana perimbangan daerah Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.

Sukiman ditetapkan tersangka bersama-sama dengan Pelaksana Tugas Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pegunungan Arfak, Natan Pasomba. Sukiman diduga menerima uang suap sebesar Rp2,65 miliar dan 22 ribu dolar Amerika Serikat dari Natan atas pengurusan dana perimbangan Kabupaten Pegunungan Arfak.

“SKM (Sukiman) diduga menerima suap ini antara Juli 2017 hingga April 2018 melalui beberapa pihak sebagai perantara,” ujar Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang

BACA JUGA  Pasal-Pasal Korupsi Harus Lebih Buas

Berdasarkan penelusuran dari laman KPK, harta kekayaan Sukiman tercatat melonjak drastis dalam kurun waktu tujuh tahun, dari laporan awalnya pada 26 Desember 2003, sejumlah Rp219,5 juta.

Kemudian, harta kekayaan Sukiman melonjak menjadi Rp5.052.553.698 pada laporan 18 Februari 2010. Waktu itu, Sukiman melaporkan LHKPN saat hendak mencalonkan diri sebagai Bupati Melawi.

Harta kekayaan Sukiman itu terdiri dari aset bergerak dan tidak bergerak. Aset tidak bergerak berupa tanah di enam daerah Kabupaten Melawi dan Kota Pontianak.

BACA JUGA  Simon Susilo Ditahan KPK

Sementara aset bergeraknya berupa mobil dan motor. Dari LHKPN terakhirnya, Sukiman memiliki empat mobil dan dua motor. Selain itu, Sukiman juga tercatat memiliki usaha SPBU yang bernilai Rp890 juta.

Politikus PAN tersebut juga dikatakan memiliki giro dan setara kas lainnya senilai Rp28 juta. Sukiman tak punya utang maupun piutang. Total harta kekayaan Sukiman pada 18 Februari 2010 mencapai Rp5.052.553.698.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here