BERBAGI

JAKARTA – Naiknya harga telur di beberapa daerah di Indonesia, dimana harga tertinggi menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PHIPS) Nasional mencapai Rp 37.850,-/Kg di wilayah Maluku.

“Komisi VI DPR mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk segera melakukan operasi pasar (OP) untuk menstabilkan harga jual telur ayam di pasaran,” kata Ketua DPR RI Bambang Soesatyo Kepada Wartawan di Gedung DPR Jakarta, Kamis (12/7).

BACA JUGA  DPR Angkat Isu Kemaritiman Di IPPP

Menurutnya pemerintah dan DPR untuk segera mencari solusi atau alternatif lain atas naiknya harga pakan ternak .
“Ini turut menyebabkan naiknya harga telur ayam serta menjaga stabilitas harga bahan pangan lainnya, seperti cabai keriting dan daging ayam, guna menjaga daya beli masyarakat,” jelas Politisi Golkar.

BACA JUGA  DPR Minta Manajemen Pelabuhan Diperbaiki

Bamsoet juga mendorong Kementerian Pertanian (Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan) untuk mendesak para peternak melakukan vaksinasi secara berkala terkait adanya virus.

“Yang menyebabkan turunnya produktivitas hewan ternak dan berakibat produksi telur menurun,” ungkapnya.[heri/lintas]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here