Aksi teaterikal ini ditutup dengan adegan Ketua LAK diborgol, sementara rakyat di latar belakang menitikkan airmata.
Usai pertunjukan, Hasnu Ibrahim mengatakan, pihaknya sengaja melibatkan Ubedilah karena Ubedilah pernah melakukan hal yang kurang lebih sama saat melaporkan kasus dugaan TPPU dan KKN yang melibatkan kedua anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.
Di tengah gunjingan politik karbit, keduanya kini menempati posisi penting di blantika politik tanah air. Kaesang menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sementara Gibran setelah dua tahun menduduki kursi Walikota Solo kini mulus menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.
“Kami tidak tahu pasti, di titik mana kisah yang kami bawakan ini memiliki kemiripan dengan kisah yang terjadi di tanah air. Tapi, tentu saja kami prihatin bila kasus-kasus yang melibatkan orang di lingkaran terdalam kekuasaan hilang begitu saja ditelan nafsu kekuasaan,” ujar Hasnu.
Dia menambahkan, dalam waktu dekat mereka akan mementaskan aksi teaterikal ini di berbagai kampus. Diharapkan ini menjadi pendidikan politik yang baik agar masyarakat berhati-hati dalam memilih pemimpin nasiona. Tidak terjebak pada pencitraan semu sehingga yang berkuasa bukan serigala berbulu domba.##
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
















