BERBAGI

Laporan : Heri/ Fath/ CJ

JAKARTA – Tarif Tol Trans Jawa dinilai masih sangat mahal. Hal itu menyebabkan para pengendara tetap memilih jalur non tol.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang menyoroti tarif Tol Trans Jawa saat ini yang berimbas pada frekuensi penggunaannya. “Akibat dari hal ini, volume lalu lintas di jalan tol Trans Jawa, masih tampak sepi, lengang. Seperti bukan jalan tol saja, terutama selepas ruas Pejagan,” kata Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI dalam keterangannya di Jakarta.

Maka dari itu muncul wacana dan usulan untuk tarif Tol Trans Jawa dievaluasi/ diturunkan agar rasional. “Masih sepinya jalan tol Trans Jawa, jelas dipicu oleh tarif tol yang mahal itu,” tambahnya.

BACA JUGA  Jokowi-Ridho Tinjau Jalan Tol Ruas Bakauheni-Terbanggi

Tulus juga menilai Tol Trans Jawa terancam tidak akan menjadi instrumen untuk menurunkan biaya logistik, dikarenakan mayoritas angkutan truk tidak mau masuk ke dalam jalan tol.

“Menurut keterangan Ketua Aptrindo, Gemilang Tarigan, yang tergabung dalam tim Susur ini, menyatakan bahwa sopir tidak dibekali biaya untuk masuk tol. Kecuali untuk tol Cikampek,” tutur Tulus.

BACA JUGA  Tarif Tol Indonesia Termahal?

Terpisah, Cawapres Sandiaga Uno berkunjung ke rest area Km 166 Tol Cipali. Dalam kunjungannya itu, Sandiaga sempat mendapatkan keluhan dari para pemilik warung di rest area.

Pemilik rumah rumah makan Nasi Jamblang Mang Dul, Anton, mengeluhkan sepinya pengunjung di rest area tersebut satu tahun terakhir. Akibatnya, dia dan pedagang lainnya kerap merugi.

“Sepi euy, Pak, sekarang. Hari Jumat dan Sabtu juga begitu. Ini udah hampir satu tahun begini, Pak,” kata Anton dalam keterangan tertulis dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga, Minggu (10/2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here