BERBAGI

JAKARTA – Hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR RI dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang berlangsung secara tertutup, bersepakat membentuk Panja yang akan mengklarifikasi fakta tentang kandungan yang ada dalam susu kental manis (SKM).

“Kita akan melakukan klarifikasi, karena itu kesepakatan rapat tadi membentuk panja SKM,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Ermalena, di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (10/7).

Menurutnya polemik tentang SKM perlu ditelusuri secara mendalam, karena diduga masih ada kesalahan tafsir atas pengonsumsian SKM yang melibatkan anak-anak.

“Ini kan menyangkut anak-anak, kalau anak-anak banyak mengkonsumsi susu kental manis yang mengandung susu ataupun tidak mengandung susu ini kan untuk tumbuh kembang anak ke depan bahaya,” ujar Ermalena.

BACA JUGA  Pelantikan Presiden/Wapres Dijamin Aman

Usai dibentuk, Dijelaskan Politisi PPP , Panja SKM akan segera memanggil pihak terkait yang terlibat dalam polemik SKM ini. Termasuk memanggil industri yang memproduksi SKM.

“Akan memanggil pihak-pihak yang terkait. Termasuk industrinya kita akan panggil. Kita sudah minta BPOM segera memberikan list-nya kepada kita. Karena ini kan tanggung jawab kita supaya masyarakat tidak bingung,” ungkap Ermalena.

Ia menjelaskan Komisi IX DPR RI memberikan atensi yang cukup serius tentang kasus SKM. Meskipun terkesan sederhana, namun jika kasus ini tidak ditangani secara benar bisa berbahaya bagi konsumen.

BACA JUGA  DPR-MPR Segaris Soal Pancasila

Ermalena mengungkapkan jika nanti dalam penelusuran panja ditemukan permasalahan yang serius, bukan tidak mungkin produk SKM akan ditarik dari perederan. Namun, menurut Ermalena sejauh ini belum ada alasan untuk memberhentikan atau menarik produk SKM.

“Belum ada. Ini kan karena masih simpang pendapat. Kalau memang nanti di Panja ditemukan masalah yang serius, bisa saja itu terjadi. Karena yang penting sekarang masyarakat aman, berhak untuk mendapatkan yang terbaik,” pungkas Ermalena.[heri/lintas]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here