Laporan: Heri Suroyo/Cj

JAKARTA – Paket pelatihan di Program Kartu Prakerja akhirnya dihentikan sementara pemerintah. Hal itu menyusul kritikan dan penolakan dari masyarakat.

Wakil Ketua DPD RI Sutan Bachtiar Najamudin memandang langkah tersebut dianggap tepat karena mengakomodir keinginan publik yang selama ini menanganggap program tersebut tidak tepat sasaran dan pemborosan anggaran negara.

BACA JUGA  Saleh: Udah Bener Jokowi Marah!

“Saya mengapresiasi langkah penghentian paket pelatihan dalam program yang menjadi polemik selama tiga bulan Kartu Prakerja ini berjalan,” terang Sultan Bachtiar Najamudin, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/7).

Selain menimbulkan pro dan kontra, kata Sultan, program tersebut juga berpotensi menjadi bancakan oknum-oknum tak bertanggungjawab. Hasil kajian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sejumlah masalah atas program pemerintah ini.

BACA JUGA  MUI Apresiasi Masuknya RUU Perlindungan Kyai dan Guru Ngaji

“Contoh, keterlibatan delapan perusahaan platform digital dalam Program Kartu Prakerja yang menurut KPK tidak melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here