BERBAGI

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, jangan sampai terjadi disparitas terhadap masyarakat pekerja desa terkait dengan kucuran bantuan dana desa oleh pemerintah pusat. Karena, Dana Desa yang diberikan oleh pemerintah pusat setiap tahunnya meningkat, khususnya untuk tahun 2019 nanti.

“Untuk dana desa, tahun depan akan dinaikkan lagi. Kami tidak ingin di dalam pedesaan justru terjadi disparitas,” kata Sri Mulyani, Di Gedung DPR Jakarta, Selasa (17/7).

Kedepannya, Menurut Sri Mulyani akan terlihat desain dari penggunaan dana desa tersebut. Karena pemerintah sendiri mempunyai program prioritas dari dana desa diantaranya untuk pembangunan infrastruktur,  pengembangan badan usaha milik desa (BUMDes) dan padat karya tunai (PKT).

BACA JUGA  PT Harus Meningkatkan Kemampuan Mahasiswa

“Kami akan lihat siapa yang betul-betul menikmatinya. Dengan demikian, nanti kami akan lihat juga apakah dana desa itu benar dimanfaatkan untuk masyarakat paling miskin di desa tersebut,” ujarnya.

Dalam hal ini Menkeu akan bekerja sama dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (KBPPN).
Kemudian, Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data terbaru soal angka kemiskinan dan tingkat ketimpangan di Indonesia pada Maret 2018.

BACA JUGA  Indra Iskandar Jabat Sekjen DPR

BPS menyebutkan bahwa angka kemiskinan untuk pertama kalinya bisa ditekan sampai ke satu digit, yakni di angka 9,82 persen. Pada September 2017, tercatat sebesar 0,391, maka pada Maret 2018 capaiannya adalah 0,389.

Sri Mulyani mengungkapkan bahwa pemerintah akan terus mengevaluasi program-program yang selama ini dibuat untuk mengentaskan kemiskinan dan menjangkau masyarakat daerah tertinggal yang berada di kelompok 40 persen terbawah.[heri/lintas]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here