BERBAGI

SALAH seorang pendiri Kabupaten Pesawaran kecewa soal pendirian rumah adat yang tidak sesuai dengan rencana.
Dikatakan Mu’alim Taher, Pendiri Kabupaten Pesawaran kecewa dengan keberadaan rumah adat yang hari ini telah
berdiri kokoh di Kota Dalam.

BACA JUGA  Ridho Berikan Tugas Dinsos Kirim Buffer Stok Banjir Bandang Tanggamus-Pesawaran

Menurutnya, 15 tahun lalu, Pendiri Kabupaten Pesawaran menyerahkan sebidang tanah untuk didirikan sebuah rumah adat. Dan disepakati akan dibangun berdekatan dengan Kantor Bupati Pesawaran. Namun oleh oknum, tanah wakaf tersebut di jual. Lalu dibangun ditempat yang tidak semestinya.

BACA JUGA  Aceng-Fani, Ridho-Shinta Benarkah Hoax?

“Sepertinya persoalan tersebut tak berhenti dengan ungkapan kekecewaan. Pendiri Pesawaran bersikeras agar persoalan tersebut akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,”ujar Mu’alim.[zakwan/lintas]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here