Oleh: AHMAD NOVRIWAN

SEPERTI kebanyakan pesta, biasanya setelah pesta berakhir, sahibul hajat jatuh sakit dan meriang. Akibat keliwat lelah, atau stres akibat mempersiapkan sebuah pesta.

Eh ternyata, pesta kali ini menyeret saya ikut meriang. Padahal, saya tak ikut pesta dan kontestasi apalagi masuk dalam deret nama paslon gubernur yang wajib di coblos.

IKLAN

Mensitir kebanyakan pendapat, memang kali kedua kejadian serupa terjadi di Negeri Sai Bumi Sai Ku Sayangi ini. Berbeda drama dengan beragam gimiknya saja. Namun, endingnya tidak lah berbeda dengan versi kemarin.

BACA JUGA  Arinal-Nunik Bentuk Tim Transisi

Kalau kemarin dengan versi gula-gula, hari ini, politik sarung-jilbab serta chesee bertebaran secara terang-terangan.

Salah seorang penyelenggara pilkada yang sempat berbincang-bincang dengan saya menyatakan, betapa hebatnya permainan politik kali ini. Pelaku politik uang dengan begitu mudahnya lepas, lepas dan lepas begitu saja dengan yang namanya chesee.

Pendapat akhir ia sampaikan? ruarrbiasa.

Sahabat saya yang lain, Roy Kiyoshi melalui dialog imajiner yang kami lakukan juga hampir berpendapat sama. Hebat dan sulit ditandingi. Karena kekuatan chesee mengalahkan segalanya.

BACA JUGA  Akademisi Dorong Pansus Politik Uang

Dan pada akhirnya, simpulannya adalah kita serahkan pada rumput yang bergoyang-ala Ebiet G Ade.

Dan tergantung Karma apa yang akan diberikan buat Lampung Bumi Sai Ku Sayangi ini. Burukkah? atau Baik? Karena memang hanya ada dua pilihan.

Walau radar Roy Kiyoshi memberi petunjuk jelas, semuanya akan menemui azab NYA…..

Pesan lain yang juga yang patut dicermati, perjuangan harus terus dinyalakan apalagi bersandar pada Kebenaran. Ach sudahlah, soal pilgub lebih baik gak komen. Tabikpun. [pimred lintaslampung]

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here