Laporan: Vona/Cj
JAKARTA-Meski banyak penolakan karena dinilai banyak poin revisi yang dianggap kontroversi, DPR dan Pemerintah tetap akan merampungkan pembahasan mengenai Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) supaya segera disahkan menjadi Undang-undang.

Rabu (18/9) kemarin, DPR dan pemerintah telah sepakat melanjutkan pembahasan RKUHP ke tingkat II dalam Rapat Paripurna DPR untuk disahkan menjadi UU.

Terkait hal tersebut, Direktur eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya lewat akun Twitternya, juga menyampaikan kritik pedas terhadap rencana pengesahan RKUHP. “UU Sampah… Busuk kalian…,” tulis Yunarto di akun Twitter-nya.

BACA JUGA  KPK OTT di Medan, Giliran Walikota dan Kadis PU Di Gelandang

Cuitan Yunarto itu kemudian dibalas warganet (netizen) pemilik akun Twitter @BrastianPurba.

“Yakin ini Seorang Yunarto Wijaya? Sungguh memalukan jika iya,” kata @BrastianPurba.

Mendapat komentar demikian, Yunarto membalas “Iya saya, baca sana UU KUHP.. saya yang memalukan atau UU nya atau Anda?.”

Pada kicauan lainnya, Yunarto menjelaskan mengapa saat ini mengkritik Jokowi padahal di Pilpres 2019 lalu dirinya mendukung mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Buat yang nanya kenapa sekarang saya kritik @jokowi , jawaban saya: karena saya pemilih rasional, gak pernah tertarik jadi komisaris, dan bukan buzzer..,” jelas Yunarto seperti dilansir Aktual.

“Kalau ada yang gak clear bisa lawan argumentasi saya disini atau japri langsung, jangan ngerumpi kiri kanan gak jelas…,” pungkasnya.

BACA JUGA  Pimpinan KPK Gelar Aksi Tutup Logo

Sebelumnya, DPR dan pemerintah telah menyepakati untuk melanjutkan pembahasan revisi RKUHP ke tingkat II dalam Rapat Paripurna DPR untuk disahkan menjadi UU.

DPR berencana mengesahkan RKUHP pada 24 September mendatang. Mereka tetap memasang target dalam waktu dekat meski banyak poin revisi yang dianggap kontroversi oleh berbagai pihak. [*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here