Youtube/Indosiar

Laporan : Vona/CJ
KOTABUMI – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mendesak Kadis Kesehatan Lampung Utara meminta maaf. Akibat sikapnya yang tak menghargai profesi jurnalis.

Terkait sikap yang disinyalir sebagai upaya mengintimidasi dan intevensi atas tugas pokok dan fungsi jurnalis, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lampung Utara, Ardiansyah, mengecam sikap yang dinilai tidak mencerminkan pejabat yang bijak dalam mengatasi permasalahan.

“Ungkapan ketus yang disampaikan dr. Maya Metissa sangat tidak mencerminkan dirinya sebagai seorang birokrat yang mampu mengatasi permasalahan dengan bijaksana. Saya menilai, jika dr. Maya Metissa memiliki sikap antikritik,” cetus Ardiansyah, Senin, (23/9), melalui siaran persnya.

BACA JUGA  Polda Bantu SMSI Masker Merah Putih

Ditegaskan Ardiansyah, yang juga Kepala Biro Media Siber Sinarlampung.com Kabupaten Lampung Utara, sikap antikritik justru akan berdampak pada terganggunya pembangunan daerah secara menyeluruh.

“Sikap antikritik tentu akan berimbas pada roda pembangunan daerah yang sedang diagendakan oleh Bupati Lampung Utara,” paparnya.

Informasi yang dihimpun, insiden dr. Maya Metissa memaki Aji Rezanudin saat dirinya (Kadiskes Lampura.red) memasuki ruangan rapat dan melihat Aji. Saat itu, dr. Maya Metissa, langsung menghampiri Aji Rezanudin seraya mengatakan dengan nada keras sambil mengacungkan tangan ke arah wajah Aji, “Kamu ya yang memberitakan dan merekam saya,” maki dr. Maya Metissa dihadapan sejumlah tamu undangan dan beberapa awak media setempat, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA  Tekab 308 Amankan Pelaku Penyalahguna Narkoba

“Sebagai satu solidaritas profesi jurnalis di Lampung Utara, saya mengecam atas sikap dr. Maya Metissa terhadap rekan kami Aji Rezanudin,” kata Ardiansyah.

Dijelaskan lebih lanjut, tertuang dalam UU No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, BAB II pasal 2, berbunyi penyiaran diselenggarakan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan asas manfaat, adil dan merata, kepastian hukum, keamanan, keberagaman, kemitraan, etika, kemandirian, kebebasan, dan tanggung jawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here