Oleh: Ahmad Novriwan
BELAJAR dari pengalaman pilpres, kekuatan Eva Dwiana Herman HN bisa jadi dikalahkan pada pilwakot mendatang. Dengan catatan, Eva-Rycko menjadi satu pasangan.

Pertanyaannya, Apa mungkin? Dalam politik, semua bisa terjadi. Yang tidak mungkin menjadi mungkin. Walau, belajar dari sejarah tempo dulu, saat Kyai Syachroedin menjadi Ketua PDI P Lampung, RYcko sempat meninggalkan partai besutan Megawati.
Mengalihkan pandangannya ke Golkar-era Alzier Dianis Thabranie kala itu, dan kalah dengan Zainudin Hasan-Nanang.

BACA JUGA  Riana dan Pitka, Mulai Kerja Buat Rycko

Jika Eva-Rycko berpasangan, benar-benar menjadi pasangan terkuat untuk memimpin Bandarlampung. Apalagi, PKB, PPP, Nasdem masuk dalam koalisi ini.

IKLAN

Jika Eva tidak berpasangan dengan Rycko, dengan alasan yang saya kemukakan diatas, maka, PDIP memunculkan calon; Eva Dwiana, Golkar memunculkan Rycko dengan pasangannya, maka akan sangat mungkin Gerindra dkk memunculkan pasangan baru menjadi poros yang memecah kebuntuan dari pasangan yang hebat-hebat ini (Eva-Rycko). Bisa Kherlani, Yusuf Kohar, Andy Surya, Muhammad Khadafi juga bisa Dr Zam Zanariah atau tokoh kharismatik lainnya.

BACA JUGA  Rycko Bidik Kalangan Milenial

Lagi-lagi Gerindra dengan partai koalisi pilpres menjadi lawan tanding yang kokoh dan dapat merobohkan dominasi Eva dan Rycko. Karena, partai koalisi pilpres menorehkan sejarah memenangkan Prabowo di Bandarlampung pada pemilu kemarin. wartawan lintaslampung. Tabik![*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here