Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Brigade Manggala Agni, selalu menjadi garda terdepan berjibaku bertaruh nyawa mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Atas jasa, pengabdian dan keberanian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyebut mereka sebagai patriot Indonesia.

“Saya sengaja mengundang pasukan Manggala Agni dari seluruh Indonesia, untuk menyampaikan rasa bangga dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasinya. Saya mau nangis rasanya mengingat masa-masa sulit yang kita hadapi di lapangan, di 2015 dan juga 2019. Meski 2019 tidak terlalu berat dibanding 2015, namun dalam pergumulan politik dan interaksi publiknya di 2019 cukup berat,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, ketika membuka Rapat Koordinasi Strategi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tingkat Daerah Operasi (Daops), di Jakarta, Kamis, (19/12).
Pertemuan ini sengaja untuk saling berinteraksi, berbagi pengalaman, dan mendapatkan catatan langsung untuk perbaikan penanganan Karhutla di tingkat tapak. Karena kata Menteri Siti, Karhutla bukan persoalan yang bisa diselesaikan sebatas laporan di atas meja atau saling klaim data di ruang publik, tapi yang terpenting adalah kerja nyata di lapangan.

Dengan begitu beratnya tugas dan tanggungjawab, bagi Menteri Siti, Manggala Agni layak disebut sebagai patriot Indonesia. Karena menghadapi karhutla termasuk menjaga reputasi bangsa, dan harga diri Indonesia.

“Karena ituAnda semua Manggala Agni, sangat pantas disebut Patriot. Arti patriot, yaitu cinta kepada bangsa dan negara lebih dari dari dirinya sendiri, rela berkorban jiwa raga, bahkan harta benda bagi negara. Kerja keras luar biasa. Anda semua menjaga keharuman nama Bangsa. Itulah patriot. Bukan sebaliknya, memakai data ngarang untuk menjatuhkan nama Bangsa,” tegas Menteri Siti.

BACA JUGA  Atasi Banjir, KLHK Lakukan Rehabilitasi dan Penegakan Hukum

Menteri Siti mengaku setiap hari mengikuti kerja keras dan pengorbanan Manggala Agni berjibaku mengendalikan titik api. Karenanya salah satu fokus perhatian adalah memperjuangkan status kepegawaian Manggala Agni.

“Saya telah berkomunikasi dan meminta perhatian dari MenPANRB agar Manggala Agni ini bisa menjadi jabatan fungsional Pegawai Negeri Sipil seperti Polisi Kehutanan atau Penyuluh Ekosistem Hutan, dll. Saat ini terdapat 1.875 personel Manggala Agni di Seluruh Indonesia. Pak Sekjen sedang mempersiapkan itu, dan saya minta bulan Januari sudah harus ada berita yang pasti soal ini,” tegas Menteri Siti.

Solid dan Tetap Waspada

Tak lupa ia meminta seluruh jajaran, khususnya Manggala Agni, untuk semakin solid dengan belajar dari pengalaman panjang Karhutla. Meski ramalan BMKG, cuaca di 2020 tidak sepanas tahun sebelumnya, Menteri Siti tetap meminta semuanya waspada. Terutama pada daerah gambut yang berat, daerah rawan yang terisolasi, lokasi yang jauh dari sumber air, serta masalah lainnya yang cukup kompleks.

Pada Bulan Februari, katanya, beberapa wilayah yang harus diwaspadai antara lain di wilayah Sumatera bagian utara seperti Provinsi Riau, Aceh, dan Sumatera Utara yang diperkirakan akan sudah ada hotspot.”Saya minta ini kita ikuti terus. Hal penting lainnya adalah ikuti datanya, termasuk data yang tidak valid dan tidak obyektif,” kata Menteri Siti.

BACA JUGA  Nadiem Caper, Penghapusan UN Isu Usang

Menurut Menteri Siti, jika terdapat pemberitaan yang tidak objektif dan dengan data yang tidak valid, maka itu harus dilawan. Karena hal tersebut dapat mengganggu psikologi politik masyarakat.

“Kalau ada berita yang ngarang, tidak obyektif, harus dilawan, harus dilawan, harus dilawan. Harus ada yang menyampaikan optimisme, dan kita harus terus konsisten bekerja untuk Indonesia,” tegas Menteri Siti.

Diakhir sambutannya, ucapan terimakasih juga disampaikan Menteri Siti untuk seluruh pihak yang membantu pengendalian Karhutla.

“Terima kasih anda sudah bekerja baik. Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa kita telah menyelesaikan tugas-tugas selama beberapa tahun belakangan, terutama di 2019 yang relatif berat ini,” tutup Menteri Siti.

Hadir dalam pertemuan ini, Wakil Menteri LHK, Alue Dohong, Sekretaris Jenderal KLHK, Bambang Hendroyono, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Ruandha Agung Sugardiman, Direktur Pengendalian Karhutla, serta Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama lainya.
Acara ini juga sekaligus untuk memberikan penghargaan kepada Manggala Agni yang telah berjuang keras mengendalikan Karhutla sepanjang tahun 2019.

Brigade Pengendalian Karhutla, Manggala Agni KLHK saat ini tersebar di 11 Provinsi di Indonesia, dari wilayah Sumatera hingga Sulawesi yang merupakan provinsi rawan karhutla dengan jumlah sebanyak 34 Daops. Terdapat juga Manggala Agni non Daops yang juga tersebar di seluruh Indonesia. Manggala Agni bertugas melakukan pengendalian karhutla mulai dari pencegahan, pemadaman, dan penanganan paska kebakaran.(*)

- Advertisement -
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here