Catatan Doel Remos & Din Bacut
NEGERI KALANGAN dalam dua pekan terakhir kisruh soal kasus gujrat-gajrut alias kerjaan gak senonoh dipertontonkan oleh oknum pengajar dengan yang diajar. Syahwat dan birahi memang menjadi pergunjingan top markotop manakala ini dilakukan dalam sebuah instusi apalagi bermerk sebuah aliran.

Ladalahnya, sebut saja Pekok, memanfaatkan situasi ini guna meraup keuntungan alias mancing di air keruh. Bukan uang sih, ya paling tidak dapat dukungan politis guna meraih keuntungan dalam pemilihan menjadi petinggi negeri, eh ternyata eh ternyata, berujung jadi bahan tertawaan dan pergunjingan, kasian.

Keranjingan joget di panggung, maka semua panggung, reyot sekalipun, blandongan, acara ludruk di kampung becek akan disatroni demi untuk berjoget ria sambil nyawer duit recehan. Payah si Pekok

Bayangkan, si Pekok yang berangkat dari kalangan proletar yang kemudian diberi kesempatan untuk hidup dalam tataran kalangan borjuis, kemudian ingin menjadi malaikat, weleh weleh weleh.

“Mungkin sudah bosan dengan kepahitan yang selama ini ia alami. Akhirnya akal sehat si Pekok sudah mulai tak yakin hidup susah itu juga nikmat-karena kenikmatan itu kata Sang Khalik, susah dan senang dan milik-NYA. Tinggal bagaimana kita menerimanya. Dasar si Pekok,”ujar Din Bacut.

Kalau ngomong ngelebihin ustad, selalu dekat dengan Ilahi. Kan gawat

“Keranjingan joget di panggung, maka semua panggung, reyot sekalipun, blandongan, acara ludruk di kampung becek akan disatroni demi untuk berjoget ria sambil nyawer duit recehan. Payah si Pekok,”timpal Doel Remos.

BACA JUGA  April 2019: Bulan 'Perang' dan Hangat

Tayangan yang dilihat Doel Remos dan Din Bacut memang menggelikan. Bayangkan, dua sohib yang hanya lulus dibawah pohon pisang ini faham dengan gaya silat si Pekok. Sok tahu, sok hebat sok dia yang punya Kalangan lah. Gak tahunya 378 juga…..

BACA JUGA  Sou Goh Cong & Lee Ngang Kang

“Si Pekok ini punya sekulahan Din. 2014 how, seluruh muridnya wajib milih si Pekok. Kalau ngomong ngelebihin ustad, selalu dekat dengan Ilahi. Kan gawat, heheheh,’ujar Din Bacut sambil nyeruput kopi pahit dan kopelan gula aren khasnya.

“Si Pekok ini punya temen tidur Din, namanya si Dongo, dua-duanya katanya doktur, apa itu es 1 apa es telu. Tapi ah, sudah males ngomongin orang BODOH. Acak kita ngawil betuk, cakak pegahu ram tandang mengan,”ajak Doel Remos. Tabik…..

- Advertisement -
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here