KASIPENKUM Kajati Lampung, Andrie W A SH MH

CLEAR, JAKSA MASIH TAHAPAN PENELUSURAN!
KASIPENKUM Kajati Lampung, Andrie W A SH MH, menyatakan jaksa penuntut umun dan eksekutor berkomitmen bekerja secara profesional. Selain memberikan hukuman guna memberikan aspek jera dan kedua adalah berupaya dan berjuang untuk mengembalikan uang negara.

Andre menegaskan, berdasarkan tracing asset terpidana Alay disampaikan, jaksa telah melaksanakan tahapan sebagai berikut; pertama melakukan penelusuran asset terpidana, pengamanan asset terpidana, perampasaan asset terpidana dan pengembalian asset. Dikatakan, dalam melaksanakan tugas-tugasnya, jaksa menggunakan prinsip kehati-hatian. Berdasarkan kerja yang dilakukan, tidak kurang dari 200 asset terpidana telah dilakukan tracing. Namun, berdasarkan penelusuran bersama jaksa KPK, Kejagung harta yang dimiliki dan diklaim milik Alay hingga Pulau Bali secara keseluruhan tidak clearn.

BACA JUGA  Unila Rotasi Tujuh Pejabat

Dikatakan Andre dalam paparannya, jaksa belum masuk pada tahapan perampasan dan penyitaan. Penelusuran ini dikatakan memakan waktu lama. Prinsip kehati-hatian ini, jaksa juga menghargai hak-hak orang yang terkait dengan terpidana.

Diterangkan, hingga hari ini baru Rp 11 Miliar dana yang masuk ke negara dari kerugian Rp 106 M. Adapun barang bukti yang berhasil disita, 131 dokumen sertifikat hak milik (SHM) 10 mobil, 31, 1 surat akta jual beli, 6 rekening terpidana dan buku tabungan. Jika digunakan sebagai uang pengganti (UP) lagi-lagi dipastikan tidak memenuhi alias tidak clearn dan dirampas negara. Ditambahkan, jaksa belum menemukan indikasi kasus TPPU dalam perkara ini dan tracing asste terpidana belum sampai pada munculnya akta perdamaian.

BACA JUGA  Alzier: Soal Tewasnya Mahasiswi FKIP. Periksa WR 2, Bujang, Bukhori Dan Fendi

Dalam kaitannya dengan terpidana Alay, Jaksa selalu berhubungan dengan Sujarwo, Pengacara terpidana. Dan mengaku tidak sekali-sekali pernah berhubungan dengan Sopian Sitepu. Hal ini guna menjawab adanya dugaan Sopian Sitepu adalah pengacara Pemkab Lampung Timur dan juga terpidana Alay.

Situasi seperti ini, menurut Andre makin menjauhkan pengembalian uang negara dalam penjualan asset terpidana. Mengingat, persoalan hukumnya terus berjalan. Dan pada gilirannya jaksa tidak berani mengekspos masalah ini secara terbuka. Hal ini bertujuan agar persoalan ini dapat dikaji lebih mendalam dan solusi pengembalian uang negara dapat dilakukan dengan segera-dengan terjualnya asset milik terpidana yang clearn.[]

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here