Doel Remos

SUDAH lama Doel Remos nggak tampil kepodium. Selain kesibukan nya yang nyabang-nyabung, Doel Remos dengan sohibya Din Bacut memang sedang melakukan pertapaan.

“Merenungi direy,”ujar Doel Remos membuka percakapan.
“Temen, Doel. Nyak muneh demikian adanya,”timpal Din Bacut.

Tergeraknya hati Doel Remos untuk kembali cawe-cawe di dunia mayow ini mengingat banyak peristiwa yang begitu menghentak sontak. Sehingga mereka berdua pun harus bangun dari pertapaannya.

IKLAN

Soal pergantian pucuk pimpinan dunia Kalangan, sampai tertangkapnya salah satu punggawa di tanah lado yang bakalan mentas meski tidak tuntas disemua hal terkait pribadi punggawa dimaksud. Hingganya punggawa kecebong itu harus mendengkur di prodeo Keratuan Pengadil Kanagarian oleh peletek belah bambu dari delapan penjuru mata angin.

“Macem-macam spekulasi. Sai pasti sulit di prediksei. Karena peletek kelas kahyangan ini Din?” ujar datar Doel Remos memancing percakapan. “Temon, sulit dihitung. 1,2,3 dan 4 tanow saling intip. Saling selip, siapi say selip sina sai tekacip,”balas Din Bacut dengan menghirup kupi pahik di remix jamow gulo suluh plus rukuk djamboe bol kesayangannow.

“Segalow maknekow sebab musabab, hinggo nyaris tegoh kesimpulan sai segalow now mak temen. Ulah mak didukung buktei. Ram gabay jadi fitenah,” ujar Doe Remos lagi.

“Iyyu, mudah-mudahan tian berengoh Doel. Lamen mak berengoh tiyan mattei sayan,”ulas Din Bacut dengan senyum nyinyir.

“Segalow rasan berengoh. Pepung adat Negeri Kalangan bakal beghadu. Dang ram sai jadi mati konyyol. Tiyan jadi rajow, ram sai sakik,”imbuh Doel Remos.

“Payu kidah Doel, ram keliling kupek. Mudah-mudahan Negeri Kalangan waras selamat,”ujar keduanya berlalu.(*)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here