RUU TPKS Masih Tarik Ulur Pembahasannya

Selasa, 22 Maret 2022 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Anggota DPR Komisi IV Riezky Aprilia mengatakan soal hambatan membahas Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) yang pembahasannya masih tersendat di DPR.

Ia mengaku umumnya setiap fraksi di DPR mendukung RUU TPKS untuk diundang-undangkan. Hanya saja, menurut Riezky, redaksional dalam RUU TPKS harus lebih dicermati agar dalam pengimplementasiannya di lapangan tidak timbul masalah.

Baca Juga:  Belasan Wartawan di Lampung Utara Santuni Yatim Piatu Pondok Al Mursin

“Kondisi itu menyebabkan pembahasan RUU TPKS di tingkat legislatif sedikit terhambat. Pasalnya, ada banyak orang di badan legislasi (baleg) yang ikut mengkaji RUU TPKS sehingga perlu waktu untuk menampung berbagai kritik dan masukan,” kata Riezky dalam Dialektika Demokrasi di Media Center DPR Jakarta, Kamis (22/3).

“Jadi apa ada masalah, tidak ada sebenarnya. Hanya kami menggunakan prinsip kehati-hatian dan prinsip kecermatan dalam membuat undang-undang agar tidak bermasalah dalam tahap pengaplikasiannya nanti,” tambahnya.

Baca Juga:  Praperadilan Tersangka Kasus Dugaan Tipikor Disperkim Lampura Ditolak

Riezky mengatakan butuh waktu lebih banyak untuk mengkaji RUU TPKS secara redaksional. Dia menjelaskan, dalam membuat undang-undang DPR perlu mengkaji secara rinci makna kata, penggunaan tanda baca titik, koma, agar tidak multitafsir.

Hal itu juga diperlukan agar RUU TPKS tidak berbenturan dengan aturan perundang-undangan lain sehingga tidak menimbulkan ambiguitas saat penerapannya di masyarakat.

Baca Juga:  Catat, Ini Penempatan Hotel Jemaah Haji Indonesia di Makkah dan Madinah

“Dalam membuat konteks undang-undang, kata per kata, titik, koma di mana, ini jangan sampai multitafsir, karena kalau multitafsir nanti pada saat aplikasi, tidak sesuai apa yang dilakukan dengan konsekuensi hukumnya, ribut lagi pasti,”pingkasnya. ##


Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

“Kalau Gak Bohong, Didin tak Mau Bawa Sabu”
Mencuri 2 Dandang, Motor Disita, Badan Dibui
Laskar Lampung Aneh Sekda Gak Tahu SKB Armada Batubara!
Turnamen Robotika Indonesia 2024 Dorong Peningkatan Prestasi Robotika Indonesia
Dua Buku Ketum JMSI, Lengkapi Pokok Baca Digital PWI
English Acceleration (EA) Siap Gelar Tes Internasional Cambridge Pertama di Sumsel
Komisi V DPR Dotong Revisi UU Lalin Dan Angkutan Jalan Darat
Gegara Terima Gadai Hp Curian, Wanita Asal Sumsel ini Diciduk Polisi

Berita Terkait

Sabtu, 18 Mei 2024 - 08:56 WIB

“Kalau Gak Bohong, Didin tak Mau Bawa Sabu”

Sabtu, 18 Mei 2024 - 08:39 WIB

Mencuri 2 Dandang, Motor Disita, Badan Dibui

Sabtu, 18 Mei 2024 - 07:27 WIB

Laskar Lampung Aneh Sekda Gak Tahu SKB Armada Batubara!

Jumat, 17 Mei 2024 - 21:29 WIB

Turnamen Robotika Indonesia 2024 Dorong Peningkatan Prestasi Robotika Indonesia

Jumat, 17 Mei 2024 - 19:03 WIB

Dua Buku Ketum JMSI, Lengkapi Pokok Baca Digital PWI

Jumat, 17 Mei 2024 - 15:53 WIB

Komisi V DPR Dotong Revisi UU Lalin Dan Angkutan Jalan Darat

Jumat, 17 Mei 2024 - 15:23 WIB

Gegara Terima Gadai Hp Curian, Wanita Asal Sumsel ini Diciduk Polisi

Jumat, 17 Mei 2024 - 14:02 WIB

Ahmad Muzani Lelang Sapi Miliknya Untuk Bantu Korban Sumbar

Berita Terbaru

Berita Utama

“Kalau Gak Bohong, Didin tak Mau Bawa Sabu”

Sabtu, 18 Mei 2024 - 08:56 WIB

Berita Utama

Mencuri 2 Dandang, Motor Disita, Badan Dibui

Sabtu, 18 Mei 2024 - 08:39 WIB

#CovidSelesai

Laskar Lampung Aneh Sekda Gak Tahu SKB Armada Batubara!

Sabtu, 18 Mei 2024 - 07:27 WIB

#CovidSelesai

Dua Buku Ketum JMSI, Lengkapi Pokok Baca Digital PWI

Jumat, 17 Mei 2024 - 19:03 WIB