BERBAGI

Laporan : Heri/Ilham/CJ
MAKASSAR – Pemerintah kota Makassar masih memiliki PR besar bagi kota terbesar di Kawasan Timur Indonesia ini, salah satunya menyangkut pengelolaan sampah.

Melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, Rusmayani Madjid mengatakan, pihaknya tengah melakukan penjajakan bagi para pelaku usaha yang juga berkontribusi dalam menyumbang sampah.

“Persoalan sampah bukan hanya ada sampah, diangkut, terus dibuang. Bukan itu. Perlu penanganan sejak hulu. Makanya kita fokuskan pembinaan di usaha hotel, restoran, industri, termasuk UKM-UKM,” ungkap Rusmayani saat dijumpai di Gedung Balaikota, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kamis (10/1).

BACA JUGA  Syarief Minta Masukan soal GBHN di UNM

Rusmayani menjelaskan, Pemkot Makassar hendak mereduksi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Menurutnya, jika penanganan di hulu berjalan dengan optimal maka tujuan ini bisa tercapai.

“TPA itu bukan tempat pembuangan akhir, tapi pemrosesan akhir. Artinya ada proses penanganan yang harus dilakukan sebelum ke sana,” katanya.

BACA JUGA  Puan Minta Polisi Usut Bom Bunuh Diri di Makasar

Lanjut Rusmayani, dirinya akan kembali mengaktifkan bank-bank sampah yang tidak aktif. Dari sekitar seribuan bank sampah, hanya sekitar 400-an saja yang aktif.

“Selanjutnya kita targetkan rumah tangga. Banyak bank sampah kita yang sudah tidak aktif, kita mau aktifkan kembali bekerja sama dengan pihak terkait termasuk BPM, kelurahan dan kecamatan,” pungkasnya.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here