BERBAGI

Laporan: Nara J Afkar
MESUJI – Diduga telah terjadi aksi penembakan dan penusukan di Dusun Rowosari, Desa Mekarjaya, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, sekitar pukul 00.30 WIB, Minggu (21/10) dinihari.

Korbannya adalah Kliwon warga dusun Rowosari, yang juga selaku Kepala Rukun Keluarga (RK) di Desa Mekar Jaya itu disatroni dua orang tidak dikenal, yang awalnya diketahui tujuan orang tersebut hendak membakar rumah Kliwon.

Akan tetapi, aksi kedua pelaku  gagal, karena terlanjur dipergoki oleh anak dan istri korban. Merasa panik aksinya diketahui, kedua pelaku hendak melarikan diri, namun sebelumnya, keduanya menyerang Surtini (40) istri Kliwon beserta anak nya Rahmadi (16) harus dilarikan ke rumah sakit terdekat, karena mengalami luka sabetan senjata tajam dan luka tembak.

Surtini mengalami luka tusuk dibagian punggung hingga tembus ke dada. Sedangkan Rahmadi mengalami luka tembak dibagian lengan kanan.

BACA JUGA  Satlantas Gencar Sosialisasi Giat Ops Zebra

Kepada media ini, korban Rahmadi menceritakan kronologis peristiwa mengerikan yang dialaminya beserta sang ibu. Dimana malam itu, sekitar pukul 24.30 WIB rumahnya didatangi orang tidak dikenal berjumlah kurang lebih dua orang.

“Kebetulan waktu itu saya dan ibu belum tidur, kami mencium bau bensin di sekitaran rumah. Lantas kami keluar rumah dan kaget melihat kobaran api sudah membakar jendela belakang rumah,”ujarnya.

Belum sempat Rahmadi dan Surtini meminta pertolongan warga sekitar, kedua orang tak dikenal yang membakar rumahnya langsung menyerang mereka.

Rahmadi langsung di tembak dibagian pergelangan tangan kanannya, sementara satu pelaku lain menghujamkan pisau ke arah bagian belakang ibunya, tepatnya mengenai punggung hingga tembus kedada. Setelah beraksi kedua pelaku langsung menghilang dikegelapan malam.

BACA JUGA  Pembangunan Islamic Center dan Wisata Religi Mesuji Dimulai

Oleh warga setempat, Kedua korban langsung dilarikan ke RSUD Mesuji, sekitar pukul 04.30 wib, Surtini harus dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek Bandarlampung, untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih memadai, karena luka yang dideritanya cukup parah.

“Setelah dirawat, saya diperbolehkan pulang, sementara ibu saya dirujuk ke RSU AM,”kata Rahmadi sembari menahan sakit.

Sementara itu Kapolres Mesuji AKBP Edi Purnomo kepada awak media menghimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing dan terprovokasi yang malah dapat memperkeruh situasi. Dalam peristiwa yang menimpa keluarga Kliwon ini, pihaknya berjanji akan segera mengambil langkah tegas dengan menangkap para pelakunya.

“Kita sedang lakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap kedua pelaku. Dan saya himbau kepada masyarakat jangan sampai terprovokasi dengan kejadian ini, serahkan semua ini ke pihak kepolisian,” singkatnya.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here