BERBAGI
Rizal Ramli

Laporan: Heri/Ilham
JAKARTA-Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menegaskan jangan percaya lembaga survey. Apalagi lembaga survey yang memenangkan petahana.Dan jika Prabowo mau menang harus selisih minimal 10%.

“Lembaga survei merupakan alat propaganda. Lembaga survei saat ini membuat jarak elektabilitas antara Jokowi dan Prabowo berbeda 20 persen, untuk menjustifikasi kecurangan bila Jokowi kalah,” kata Rizal Ramli di Jakarta, ditulis Rabu (16/1).

kalau mau menang Prabowo sama Sandi harus menang double digit, di atas 10 persen baru kecurangan itu tidak ada. Kalau (Prabowo-Sandi) menang 2 sampai 3 persen itu (rawan dicurangi)

Ekonom senior itu mengatakan demikian karena menanggapi hasil survei dari lembaga survei Denny JA, yang menyebut Jokowi memiliki elektabilitas sebesar 56 persen dibandingkan capres Prabowo Subianto.

BACA JUGA  Pakai Konsultan Asing, Sembur Fitnah Terus Menerus

“Hari ini lembaga poling bilang gapnya 20 persen. Bahkan tadi Mas Jokowi 56 persen. Pada saat jaya jayanya mas Jokowi, hebat hebatnya Pilpres dia cuman 52 sampai 53 persen. kok hari ini ada klaim lembaga survei si Denny JA 56 persen yang bener aja,” ujarnya.

BACA JUGA  Zulhas: Siapapun Presidennya, Jangan Berantem

Lebih lanjut Rizal mengaku memiliki bukti bahwa Prabowo hanya terpaut di bawah 10 persen dari Jokowi.

“Jokowi stagnan, Prabowo gap-nya kurang dari 10 persen. Yang belum menentukan sikap masih sekitar 20 persen. Nah kalau ada kecurangan, maksimum efeknya 5 persen. Oleh karena itu kalau mau menang Prabowo sama Sandi harus menang double digit, di atas 10 persen baru kecurangan itu tidak ada. Kalau (Prabowo-Sandi) menang 2 sampai 3 persen itu (rawan dicurangi),” tuturnya.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here