Laporan : Fath/Nara/CJ
BANDARLAMPUNG – Ketika relawan dan bantuan berangsur-angsur ditarik, saat itulah masyarakat merasa sendiri. Bencana mungkin sudah berlalu tapi bagaimana dengan mata pencaharian mereka. Untuk itulah kita harus bisa memampukan kembali masyarakat untuk dapat kembali menjalani hidup seperti semula.

Demikian disampaikan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo saat membuka Pentas Musik Kemanusiaan Peduli Korban Tsunami Selat Sunda yang digelar di Taman Gajah, Lampung Elephant Park, Bandarlampung, Sabtu (23/2) Malam.

Menurut Gubernur Ridho, pemulihan pasca tsunami tidak kalah pentingnya dengan saat bencana terjadi, untuk itu diperlukan bantuan dari semua kalangan masyarakat agar dapat memampukan kembali masyarakat menjalani hidup seperti semua.

BACA JUGA  Tokoh Pemuda Pancasila Dukung Ridho
IKLAN

“Fase Kondisi tanggap darurat bencana mungkin memang sudah selesai, bantuan bahan makanan air minum dan lainnya sudah selesai. Tapi bagaimana dengan mata pencahariannya, karena seperti kita ketahui hampir semua korban tsunami adalah nelayan, dan kami mencatat ada kurang lebih 700 kapal nelayan yang rusak. Oleh karena itu menjadi kewajiban kita untuk dapat membantu mereka agar dapat kembali menjalani kehidupan dengan normal,” papar Ridho.

BACA JUGA  HUT 72, Polda Beri Penghargaan

Untuk itu melalui kegiatan Pentas Musik Kemanusiaan yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Lampung bersama-sama dengan Aksi Cepat Tanggap Lampung diharapkan dapat terkumpul bantuan dari masyarakat untuk menggalang 100 kapal dan perahu untuk Korban Tsunami.

Adapun para artis yang turut memeriahkan kegiatan tersebut diantaranya adalah Andika Mahesa, Kiki The Potters, Rizy Amasta, Fatur Feat Norman, Andika DP, Novrie Solo Gambus, Talullah Band, Sekolah Alam Lampung, B Band, Humanity band dan KMJL.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here