BERBAGI

Laporan : Ilham Prayogi /Akt
JAKARTA – Kepala Pusat Penelitian Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Fauzan Ali mengatakan revitalisasi Danau Tempe di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan harus memperhatikan kelangsungan ekosistem yang ada di danau paparan banjir tersebut.

“Ekosistem yang ada selama ini memberikan nilai lebih kepada masyarakat di sekitar danau. Sejak dulu, Danau Tempe dikenal sebagai penghasil ikan asin yang dijual hingga ke luar daerah,” kata Fauzan dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (15/11).

BACA JUGA  Oppo Perlihatkan Smartphone “Lipat” Miliknya

Danau Tempe memiliki spesies ikan air tawar yang jarang ditemui di tempat lain, yaitu ikan bungo atau “Glossogobius cf aureus”. Namun, Fauzan mengatakan hasil tangkapan dilaporkan sudah mulai menurun.

BACA JUGA  (Unboxing) Realme XT Bawa Kamera 64 MP

Selain perikanan tangkap, masyarakat setempat sejak lama juga melakukan pembesaran ikan melalui budaya “bungka toddo” yang memanfaatkan enceng gondok yang menjadi tempat berkembang biak renik yang menjadi makanan ikan di danau tersebut.

Karena banyak ikan, burung-burung pemakan ikan juga sering singgah ke danau tersebut sehingga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here