BANDARLAMPUNG-Periode arus balik Lebaran 2026 mencatatkan lonjakan volume kendaraan yang signifikan di Ruas Tol Bakauheni – Terbanggi Besar (Bakter). Sepanjang periode Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung pada 11 hingga 31 Maret 2026, PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB) bersama PT Hakaaston (HKA) mencatat sebanyak 1.012.409 kendaraan melintas di ruas tersebut, meningkat sekitar 78% dibandingkan lalu lintas normal.
Kondisi ini mendorong HKA untuk mengambil langkah taktis dalam menjaga stabilitas arus kendaraan, khususnya menjelang Pelabuhan Bakauheni.
Sebagai respons, HKA mengaktifkan lima titik rest area di Ruas Tol Bakter sebagai kantong parkir sementara dalam sistem penundaan perjalanan (delaying system). Lima lokasi strategis yang disiagakan meliputi Rest Area KM 20 B, KM 33 B, KM 49 B, KM 87 B, dan KM 116 B. Melalui skema ini, kendaraan diarahkan untuk berhenti sejenak di titik-titik tersebut guna mencegah penumpukan yang berisiko mengunci akses masuk dermaga pelabuhan.
Bekerja sama dengan Polda Lampung, HKA menerapkan pengaturan lalu lintas yang bersifat situasional di kelima titik tersebut. Efektivitas strategi ini tergambar dari data operasional selama periode arus balik: volume kendaraan menuju Pelabuhan Bakauheni tercatat meningkat dari 4.134 kendaraan pada 21 Maret, hingga mencapai kisaran 12.000 hingga 14.653 kendaraan per hari pada puncak arus balik, sebuah lonjakan yang berhasil dikelola tanpa hambatan berarti berkat distribusi kendaraan yang terstruktur ke titik-titik penyangga.
Sebagai pengelola operasi dan pemeliharaan ruas tol, HKA memastikan seluruh infrastruktur pendukung di dalam rest area bekerja optimal. Fasilitas seperti toilet, musala, area makan, hingga ketersediaan BBM di SPBU dipantau secara berkala untuk menjamin kenyamanan pengguna jalan selama masa tunggu. Layanan informasi juga tersedia di lokasi agar pengemudi mendapatkan kepastian mengenai waktu keberangkatan kembali menuju pelabuhan.
Direktur Operasi HKA, Martin Nababan, menegaskan bahwa kesiapan fisik dan personel adalah kunci dalam menjalankan kebijakan ini.
“Prioritas kami adalah memastikan distribusi kendaraan tetap teratur dan aman. Dengan menempatkan kendaraan di kantong-kantong parkir ini, kami memberikan ruang bagi otoritas pelabuhan untuk mengelola kapasitas dermaga tanpa tekanan antrean di jalan raya,” ujar Martin.
Ia menjelaskan bahwa sistem delay ini hanya aktif saat kapasitas parkir di Pelabuhan Bakauheni mencapai ambang batas tertentu. Jika kondisi di pelabuhan masih longgar, arus kendaraan di jalan tol tetap dibiarkan mengalir normal. Namun, begitu terjadi kepadatan signifikan, petugas di lapangan segera melakukan pengalihan secara tertib ke titik-titik penyangga yang telah ditentukan.
Di lapangan, personel operasional HKA bersiaga penuh bersama pihak kepolisian untuk memandu para pengemudi. Pemantauan dilakukan selama 24 jam untuk memastikan setiap pergerakan kendaraan berjalan aman dan tanpa hambatan berarti. Hingga saat ini, arus lalu lintas di Ruas Tol Bakter terpantau lancar dan terkendali. HKA mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu memantau kondisi fisik kendaraan serta mematuhi arahan petugas demi kelancaran perjalanan menuju tujuan akhir masing-masing.[]
Penulis : Desty Efriyani
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Hakaaston
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
















