BERBAGI

Laporan : MRF
BANDAR LAMPUNG – 170 korban jiwa, 6000 pengungsi dan ratusan rumah rusak akibat diterjang gelombang tsunami yang disebabkan erupsi gunung anak Krakatau 22 Desember lalu. Tsunami di Sabtu malam tersebut tidak disertai tanda tanda awal sebagai mana umumnya.

Pesisir pantai Pandeglang Banten dan Lampung adalah titik terjangan tsunami paling terdampak atas gelombang ombak mematikan tersebut.

Tsunami selat Sunda melahirkan kepedulian berbagai kelompok relawan, tak terkecuali MRF care yang sejak tanggal 23 desember lalu terjun ke lokasi terdampak bencana di Kalianda Lampung Selatan.

BACA JUGA  Tiga Tersangka Untuk Pungli Tsunami

Kelompok relawan yang menamakan MRF Care ini dibentuk semenjak dilantiknya Gubernur Lampung 2015 lalu. Sejak dilantik MRF care kerap melakukan aksi aksi sosial untuk masyarakat dhuafa yang sakit, tak terkecuali kegiatan tanggap bencana.

Seperti halnya aksi tanggap bencana di Kalianda Lampung Selatan, MRF care langsung ketitik bencana di kecamatan Rajabasa mulai dari desa maja, dan desa waymuli yang mana adalah desa terparah dampak tsunami.

BACA JUGA  Kadispora: Arena Tim Pra PON Belajar

Bantuan berupa sembako, nasi bungkus, pakaian dan tenaga medis diturunkan langsung pada pengungsi dititik-titik prioritas.

Gaji Gubernur yang diakadkan sejak beliau diLantik memang sampai saat ini disalurkan untuk kegiatan sosial dirasakan benar manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya disalurkan melalui aksi-aksi sosial MRF Care.

“InsyaAllah kita akan terus pantau situasi di lapangan dan akan segera merespon kebutuhan masyarakat terdampak tsunami di Lampung” ujar salah seorang relawan MRF care.[*]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here