BERBAGI

Lapotan: Vona/ Heri
BANDARLAMPUNG-Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan, Lampung, Prof. Dr. H. Moch. Mukri tegas mengatakan jika dirinya sangat percaya dengan aparat hukum.

“Sebenarnya saya malas berkomentar lagi soal itu. Karena civitas akademika telah melapor ke pihak yang berwajib. Sebagai orang yang mengerti akan hukum kami sangat mempercayai Polisi untuk memeroses hal itu,”ujar Moch Mukri.

Pernyataan Rektor UIN, ini terkait adanya pernyataan UIN sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi yang berbasis agama, namun justru menjadi sarang maksiat dan hasrat seksual oknum dosen.

BACA JUGA  Prof Mukri Bicara Kampus Sehat Di Makasar

“Pada hakekatnya, kami tidak menutup mata terkait adanya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen UIN Raden Intan pada salah satu mahasiswinya. Semua kritik dan saran kami terima dan pasti akan kami tindaklanjuti di internal UIN, setelah proses hukumnya jelas oleh pihak kepolisian,” tuturnya.

Karenanya, kembali Mukri menegaskan pihaknya menyerahkan proses kasus ini keaparat penegak hukum. “Tentunya dengan mengedepankan azas praduga tidak bersalah,” imbuhnya.

Mukri yang juga Ketua PWNU Provinsi Lampung menilai. pernyataan yang menyudutkan perguruan tinggi berbasis agama yang dia pimpin sangat disayangkan. “Ketika menggeneralisir permasalahan, kemudian menyebut kampus UIN sarang maksiat, jelas cara berpikir yang salah,” kata Mukri.

BACA JUGA  Kasmir: Kasus UIN Lihat Secara Proporsional

Diibaratkannya, naif sekali jika di masjid ada kehilangan sandal atau sepatu, lalu disimpulkan jika masjid tersebut sarang copet atau pencuri. “Saya rasa wajar saja pengelola masjid marah dong. Tapi marahnya dengan benar. Makanya civitas akademika UIN ngadu ke Polda. Biar jelas benar apa tidak yang dituduhkan,”pungkasnya.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here