BERBAGI
Doel Remos-Penulis

Oleh: Doel Remos
TERKEJUT sedikit saat saya membaca tulisan Bang Aca-H Ardiyansyah-Bos Radarlampung soal alih kekuasaan-pergantian pimpinan di tubuh PWI Lampung yang rencananya akan digelar Oktober-Nopember 2021 mendatang.

Dalam tulisan itu, Bang Aca memunculkan nama Dr Iskandar Zulkarnaen untuk menggantikan Bos Harian Momentum-Supriyadi. Tak salah juga jika kemudian peralihan itu berpindah ke Bang Is, sahabat saya saat kami mengikuti pendidikan pers lanjutan yang diselenggarakan HMI di Bogor beberapa waktu lalu. Selain berhasil, kedekatan Bang Is dengan Gubernur boleh dibilang cukup mesra. Dan saya meyakini Bang Is punya keinginan menjadi Ketua PWI dan itu wajar bagi seorang anggota PWI.

Bahkan, sempat terdengar oleh saya Bang Iskandar akan siap menjadi Ketua PWI jika terpilih secara aklamasi. Ini yang butuh kesamaan dalam memandang organisasi PWI yang kita cinta. Terinspirasi dari catatan Bang Aca, muncul dalam benak saya; Kenapa gak Bang Aca saja yang menjadi Ketua PWI Cabang Lampung kedepan.

Kabar Buruk Dana Hibah KONI Lampung

Seluruh syarat menurut saya tercukupi dalam diri figur ini. Kesuksesannya memimpin Radar Lampung dengan segala macam anak perusahaan yang dilahirkan dan mampu bertahan dalam situasi ekonomi ini, Aca sangatlah pas menjadi tauladan bagi semua insan pers yang ada di Lampung. Dinamika daerah dari semua aspek kehidupan dilalui dengan baik. Pikiran-pikiran segar diharapkan menyemburat sebagaimana cita-cita kedirian PWI.

BACA JUGA  Wagub Ketua Kwarda Pramuka Lampung

Profesionalitas, perlindungan dan kesejahteraan menjadi tugas berat PWI kedepan. Saya fikir Aca akan mampu menggawangi PWI untuk semua kepentingan. Aca sudah tidak berfikir tentang dirinya. Kehidupan figur satu ini sudah pada level tertentu hingga persoalan-persoalan sederhana sudah tidak lagi membebani organisasi.

Ada sekelompok teman-teman di PWI Lampung mengatakan sudah bukan saatnya Bang Aca memimpin PWI.  Terdengar sayup-sayup ditelinga saya kalau Bang Aca jadi Ketua PWI sudah bukan kelasnya? Memang dalam organisasi ke wartawan ada kelas? Pandir banget kalau ada berfikiran seperti itu.

Bicara kelas, PWI bukan organisasi ecek-ecek bro. Kalau PWI disatukan dengan fikiran dan semangat kebersamaan jangankan Lampung, Indonesia bisa bubar dengan kekuatan PWI sebagai satu lembaga yang juga di daulat sebagai salah satu pilar demokrasi.

Arinal Siapkan Lahan 60 H Guna Sport Centre

Pejuang, pahlawan orang-orang besar di republik ini bangga jadi wartawan bos. Bamsoet yang hari ini ketua MPR RI mengaku secara terbuka pernah menjadi wartawan. Artinya, ada kemuliaan yang sangat di profesi ini. Dengan demikian, siapapun dia orangnya memiliki kewajiban yang sama memuliakan organisasi dimana dia berhimpun. Tak terkecuali Bang Aca untuk PWI Lampung.

BACA JUGA  "Gak Membentak, Gubernur Bercanda..."

Presiden Joko Widodo butuh media mang. Apalagi Gubernur Lampung, Arinal Djunadi. Karena dia tahu kekuatan media yang tergabung di organisasi satu ini, PWI. Hari ini PWI butuh kesatuan ekonomis, politis dan sosiologis.  (PWI organisasi insan pers yang tertua-boleh dikoreksi kalah salah).

Kedekatan Joko Widodo atau siapapun dengan PWI kedekatan profesionalitas. Bukan kedekatan emosional yang sulit diukur dengan kekuatan akal. Gak profesional namanya. Dengan situasi yang canggih hari ini, model kedekatan tak profesional menjadi kedekatan semu. Bagi PWI, tak ada maslahat.

Dalam beberapa hari ini kita di sibuk kan dengan kau bobolnya data kependudukan. Saya tidak terlalu serius mensikapinya. Karena gak penting!. Dasarnya? KTP penduduk Indonesia sering “digadai” saat pilkada. Wajar-wajar saja data kita sangat tidak berarti-bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Sekumpulan orang yang berdagang saja yang memerlukan data kita. Tujuannya mengeruk keuntungan secara ekonomi dan politis.

Menyambung soal data, saya berharap kartu PWI tidak lagi ada “pergadaian” dalam konfercab mendatang. Karena tidak pas hal-hal itu terjadi diera saat ini. Biarlah pertarungan perebutan kursi ketua PWI menjadi sehat dan berkualitas. Aklamasi akan muncul karena keinginan semua, dengan alas ikhlas dan reasoning yang jelas!. Tabik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here