BERBAGI

Laporan: Eva/CJ
BANDARLAMPUNG-Pabrik teh milik PTPN VII Unit Pagar Alam, Sumatera Selatan memulai babak baru dalam pengelolaan dan pemasaran produknya. Dengan menggandeng PT Kapebe Chakra, PTPN VII yakin komoditas eksklusif ini akan memberi andil signifikan mencetak keuntungan.

Dolly P. Pulungan yang sempat menjadi Dirut PTPN VII pada 2017 mengapresiasi terlaksananya kerja sama operasional (KSO) ini. Saat memimpin PTPN VII, kata dia, dirinya memberi catatan khusus kepada Unit Kebun dan
Pabrik Teh Pagaralam karena tidak pernah mencatatkan keuntungan bagi perusahaan.

“KSO ini adalah opsi terbaik setelah berbagai opsi dijalankan tetapi tak kunjung membaik. Dan alhamdulillah, meskipun prosesnya lama, hari ini terwujud juga. Saya yakin, kedua belah pihak dengan masing-masing potensinya bisa melejitkan komoditas teh Gunung Dempo ini dalam waktu dekat,” ujarnya.

BACA JUGA  Pandemi, PTPN VII Rutin Donor Darah

Sementara itu, Dirut PTPN VII M. Hanugroho optimistis KSO dengan Chakra ini akan mendatangkan keuntungan bagi PTPN VII. Perjalanan usaha teh di Unit Pagaralam itu telah berjalan amat panjang, bahkan sejak zaman penjajah.

Namun, pengalaman panjang itu belum memberi kontribusi berarti bagi perusahaan. “Dipastikan ada simpul yang tidak pas dalam pengelolaan. Oleh karena itu, kesediaan PT Kapebe Chakra sebagai perusahaan teh dengan reputasi baik secara nasional, bahkan internasional akan menjadi kerjasama yang sangat penting dengan tujuan turn around bagi teh Gunung Dempo,”pungkasnya.
Dirut PT Kapebe Chakra Rachmat Badrudin menyatakan terima kasih atas kepercayaan PTPN VII untuk ikut mengelola dalam aspek teknis maupun pemasaran. Dia mengaku sejak awal masuk ke state plantation di Lereng
Gunung Dempo Pagaralam setahun yang lalu, ia bersama tim besar sampai menginap beberapa hari di lokasi.

BACA JUGA  Direktur PTPN VII; “Alhamdulillah Selamat!”

“Itu karena sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Saya bawa tim lengkap. Ada direktur operasional, ada pakar teh, dan tenage teknis lainnya, waktu itu. Kalau tidak prospektif, kami tak akan lama-lama di sana. Dan alhamdulillah, kita ketemu di tempat ini untuk menentukan kepastian langkah,” kata dia.

Rachmat mengakui, ada beberapa standar operasional pengelolaan teh Pagaralam, baik on farm maupun off farm yang harus dibenahi agar mendapat respons pasar dengan harga menguntungkan. Namun, ia mengaku tidak membutuhkan perubahan mendasar untuk memenuhi standar itu.[*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here